EWS di Perlintasan KA Terpasang

CB,SIDOARJO – Masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintas di perlintasan Kereta Api (KA), apalagi perlintasan sebidang yang tidak berpalang dan tidak dijaga. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, Dinas Perhubungan Pemkab Sidoarjo telah membangun alat peringatan dini disejumlah titik perlintasan KA atau Early Warning System (EWS) dengan menggunakan sensor. Alat canggih yang terpasang tersebut dilengkapi dengan bunyi sirine dan Lampu kuning dan lampu merah. Lampu kuning, KA belum lewat merupakan peringatan dini agar semua pengendara yang mau melintas diperlintasan KA harus ber- hati-hati. Sedangkan kalau lampu merah menyala maka semua pengendara harus berhenti, karena lampu merah menunjukkan antara jarak 1000-1500 meter KA akan melintas. Alat EWS yang terpasang di 6 (enam) titik perlintasan KA tersebut ada di jalan Kedungngaten Kalitengah Tanggulangin, jalan Wates desa Tenggulunan Kecamatan Candi, Desa Sumokali, Kec.Candi, jalan Sumberjati desa Banjarwungu KecamatanTarik dan dijalan Banjarwungu desa Banjarwungu,Kec.Tarik. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Perhubungan Pemkab Sidoarjo Rizal Asnan, S,S,IT,M.T kepada Media cetak dan Online Cahaya Baru di kantornya, Jumat (13/12), menjelaskan, pekerjaan alat EWS atau alat peringatan dini diperlintasan KA, selesai dikerjakan kurang lebih dalam waktu 1 bulan. Baru tahun ini Sidoarjo bisa mendapatkan pekerjaan ini, (Early Warning System, Red), jadi prosesnya agak lama. Saya sendiri yang datang ke Kementerian Perhubungan di Jakarta untuk memberikan pemaparan titik-titik mana saja yang akan di pasang alat EWS. Akhirnya, kita mendapat Ijin dari Dirjen Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Rizal lalu, menambahkan, alat yang dibangun ini menggunakan sensor dan alat sensornya dibangun di bawah tanah dan pemenang tender pekerjaan tersebut Pelaksana nya CV. Wahyu Jaya yang telah mengantongi sertifikat tanda daftar dari Kementerian Perhubungan. ” Nilai kontrak pekerjaan 6 titik EWS itu nilainya 2,6 miliar, pemenang tender berkompeten di bidang per Kereta Apian” aku Rizal Asnan yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (P.P.Kom) tersebut.
Rizal menambahkan, setiap Minggu alat tersebut kita pantau ” Selama 6 bulan perawatannya dilakukan oleh pelaksana, baru setelah itu menjadi tanggungjawab kita.” Katanya. Sementara itu data yang diperoleh ada 145 titik total perlintasan bidang dan 80 yang belum berpalang.(ncs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *