CB, BENGKULU- Kemunculan sebuah tandan pisang yang terbelah dua di Bengkulu, tepat pada hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta putaran pertama. Oleh warga setempat fenomena tersebut dikaitkan dengan kemenangan pasangan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.
Kabar lainnya yang tak kalah menghebohkan, pernikahan seorang pemuda dengan nenek yang berusia 82 tahun di Minahasa, Sulawesi Utara. Foto sang nenek dengan baju berenda putih, ditambah jepitan bunga terselip di rambutnya bersanding dengan pemuda berjas hitam putih, bahkan viral di media sosial.
Hingga malam ini berita tersebut paling banyak menyita perhatian pembaca diLiputan6.com, terutama di kanal Regional.
Lalu, apa kabar dengan penemuan jasad berkalung serban di Gunungkidul, Yogyakarta? Jasad yang diduga telah berusia 50 tahun itu kini kembali dikuburkan. Namun yang aneh, jenazah tersebut kembali dikuburkan dengan jasad yang baru saja meninggal. Tandan pisang itu terbelah dua saat pencoblosan putaran pertama Pilkada DKI Jakarta.
Setandan pohon pisang ambon milik Muhammad Resan, warga Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, terbelah dua tepat pada 15 Februari lalu atau tepat pada hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta putaran pertama.
Sebelum terbelah, tandan pisang itu memiliki tiga sisir buah pisang. Kemudian pada 15 Februari 2017, tandan pisang tersebut kembali terbelah dia dan muncul masing-masing tiga sisir pada ujung jantung pisang yang terbelah.
Pemilik pohon pisang itu meyakini terbelahnya tandan pohon pisang tersebut sebagai pertanda kemenangan Ahok-Djarot dalam putaran dua Pilkada DKI Jakarta. (red)