Brigadir Jalal “Ciptakan” Mesin Penetas Telur

CB, Konsel – Brigadir Jalal, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Aureo, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil memanfaatkan limbah lemari pendingin (Kulkas) menjadi sebuah mesin penetas telur.
 
Brigadir Jalal mengembangkan idenya tersebut berawal dari adanya masyarakat di Desa Aureo hendak membuang lemari pendinginnya. Brigadir Jalal mengaku tiba-tiba terlintas di pikirannya untuk menggunakan kulkas yang sudah rusak tersebut. Berbekal pengetahuannya mengenai teknik kelistrikan, dia pun kepikiran untuk memanfaatkan pengapnya suhu kulkas untuk menetaskan telur.
 
Bhabinkamtibmas Deasa Aureo ini mulai mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan. Mulai dari power suplai serta kipas yang diambil dari limbah komputer, kabel, lampu pijar 5 watt, termometer, higrometer dan thermostat.
 
“Dengan seperti ini kita hanya membutuhkan ratusan ribu, tidak sampai jutaan rupiah untuk membuat alat mesin penetas ini. Malahan sekali penetasan bisa untung jutaan rupiah dan ini akan mampu membantu ekonomi masyarakat kita,” ujar Brigadir Jalal, Kamis (24/10/2017).
 
Kapolres Konsel Ajun Komisaris Besar Polisi Hendrik Widyana dan jajaran mengapresiasi ide yang dikembangkan oleh Brigadir Jalal sebagai anggota Bhabinkamtibmas dalam mengedukasi masyarakat binaanya. “Ide ini sangat positif, semoga anggota Bhabinkamtibmas yang ada di wilayah lain dapat menjadikan hal ini sebagai contoh dalam membuat ide kreatifnya bagi masyarakat,” ujar AKBP Hendrik Widyana.
 
Brigadir Jalal langsung menggunakan eksprimennya tersebut dan berhasil, telur ayam kampung dan itik pun mampu menetas dan jadilah bibit unggas. Setelah itu, Brigadir Jalal menyampaikan hasil temuannya ini kepada masyarakat melalui sosialisasi. Saat ini, sejumlah warga telah meminta bantuannya untuk merakitkan alat penetas telur dari kulkas mereka yang sudah tidak digunakan lagi.
 
Sosialisasi penemuan penetas telur ini tidak hanya diberikan kepada masyarakat Desa Aureo, tetapi seluruh masyarakat di luar Desa Aureo yang ada di Kecamatan Lainea. Mereka juga turut hadir menyaksikan tata cara pembuatan maupun penggunaan mesin penetas telur yang terbuat dari limbah kulkas.
 
Bagi Brigadir Jalal menjadi polisi tidak hanya saja sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, namun juga mampu membantu dan mengembangkan ide kreatif bersama masyarakat dalam meningkatkan perekonomian. (Ertin Primawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *