CB – Ini kisah inspiratif seorang anggota polisi di Kediri Jawa Timur, Bara Atharghaisan Irawan. Untuk menambah pemasukan keluarga, dia rela membantu sang istri untuk memasarkan kue brownies.
Sang istri kebagian tugas membuat kue. Sementara, Irawan yang mengantarkannya ke para pelangan. Brownies yang mereka produksi pun diberi nama unik. Brownies Patroli.
Irawan tak peduli dengan apa yang dikatakan orang. Yang penting, usaha yang dijalankan ini halal. Tak menganggu tugas, apalagi merugikan orang lain.
“Tidak peduli kata orang…. meski kami masih tinggal di rumah kontrakan tapi kami happy dengan usaha ini dan usaha kami ini juga tidak mengganggu dan yang pasti usaha kami ini HALAL,” demikian tulis Irawan dalam akun Facebook.
Ditengah gonjang- ganjing Negara tetangga, tak sengaja saya pagi itu menemukan hal menarik di grup memasak yang saya ikuti. Pagi itu seperti biasa, kegiatan saya adalah baca email, balas email, buka grup komunitas bisnis. Selanjutnya buka Fb dan masuk ke beberapa grup bisnis dan grup yang belakangan rajin saya kunjungi, grup memasak.
Ada foto kue brownies yang baru saja diupload salah satu anggota. Sedikit heran, ada brownies yang kelihatannya enak bin yummy, tapi label produknya “PATROLI”.dengan huruf besar semua.
Dalam hati bertanya-tanya, kok tumben ya bunda-bunda bikin label produk seperti sebuah acara di TV yang temanya berhubungan dengan lalu lintas dan Kepolisian. Mengobati rasa penasaran saya, segera saya klik nama Fb yang share foto itu. “Olalaahh…antara kaget dan salut. Ternyata itu Fb.nya seorang Polisi. Saya telusuri berandanya, dan betapa merindingnya saya saat itu. Bagaimana tidak, saat di TV gonjang-ganjing kisruh soal Kepolisian dan KPK, di sudut kota Jawa Timur ada seorang Polisi yang saling bahu membahu dengan istrinya menjalankan bisnis kue Brownies dengan Label “PATROLI”.
Segera saya kembali ke grup, dan ternyata rasa penasaran saya juga dialami oleh bunda-bunda yang lain. Dalam hitungan menit, sudah mendapat ratusan like dan pertanyaan bertubu-tubi dari mereka yang penasaran.
“Apa benar Bapak seorang Polisi…”
“Apa Bapak yang bikin kue sendiri?”
“Bagaimana Bapak bisa membagi waktu antara tugas Kepolisian dan Bisnis?”
Saya yakin saat itu Sang Bapak Polisi jempolnya keriting sibuk meladeni rasa penasaran kami hehee…
Dengan sabar dan rendah hati beliau menjawab pertanyaan kami satu persatu.
“Saya bekerjasama dengan istri bun, istri bagian membuat kue dan saya tugasnya mengantar kue ke pelanggan. Sesekali membantu istri saat tidak sedang bertugas”
Wow…spontan kami memberi support dan selamat buat Bapak Polisi beserta istri yang gigih mencari tambahan rejeki yang halal. Semoga menjadi teladan bagi kami dan terutama seprofesi Beliau bahwa mencari tambahan penghasilan itu banyak cara, banyak ide, jika kita mau berusaha pasti akan ada jalan.
Semoga Brownies “PATROLI” bisa menggema tidak hanya didaerah Bapak ya, tapi bisa menjangkau seluruh Indonesia, amin. (Ertin Primawati)
