CB, PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pertemuan evaluasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) puskesmas se-Kabupaten Probolinggo di Hotel dan Waterpark Kampoeng Kita Desa Condong Kecamatan Gading, Senin dan Selasa (18-19/12/2017).
Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Probolinggo, Puskesmas Leces tampil sebagai pengelola BOK Puskesmas terbaik tahun 2017 dengan capaian 97,40% dan disusul diurutan kedua adalah Puskesmas Klenang Kidul dengan capaian 96,77%.
Kegiatan ini diikuti oleh 96 orang terdiri dari 66 orang Pengelola BOK Puskesmas dan 30 orang dari Dinkes Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang evaluasi realisasi dan pertanggungjawaban keuangan BOK 2017, program yang didukung dana BOK tahun 2017 serta pelaksanaan kegiatan BOK di 6 (enam) puskesmas terpilih.
Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan BOK puskesmas tahun anggaran 2017 di Kabupaten Probolinggo.
“Dengan kegiatan ini setidaknya nanti pengelola BOK mengetahui dan memahami pencapaian realisasi dan pertanggungjawaban keuangan BOK tahun 2017. Disamping mengetahui hasil monev dana BOK tahun 2017 tahap II dan mengetahui capaian program tahun 2017, ” katanya.
Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono pembangunan kesehatan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Indonesia. “Hal ini dapat dicapai melalui peningkatan peran bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyediakan rumah sakit, puskesmas, poskesdes maupun pelayanan kesehatan berbasis masyarakat melalui posyandu,” ungkapnya.
Menurut Shodiq, Bantuan Operasional Kesehatan adalah salah satu program unggulan Kementerian Kesehatan dan merupakan upaya pemerintah untuk membantu daerah dalam mencapai target nasional bidang kesehatan yang menjadi kewenangan wajib daerah.
“Akan tetapi tidak semua kabupaten/kota mempunyai kecukupan anggaran atau kepedulian untuk membiayai pembangunan kesehatan, khususnya di puskesmas. Padahal peran puskesmas sangat penting karena menjadi ujung tombak dalam upaya kesehatan di masyarakat, terutama upaya promotif dan preventif,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya jelas Shodiq, BOK berpedoman pada ketentuan Standart Pelayanan Kesehatan (SPM) di bidang pelayanan kesehatan dan juga diarahkan untuk mencapai target tujuan pembangunan Sustainable Development Goals (SDGs).
“Serta harus diarahkan pada pembudayaan pola hidup sehat bagi masyarakat melalui upaya promotif, preventif dan pemberdayaan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut maka kegiatan harus dilaksanakan secara efisien dan efektif baik di Dinas Kesehatan maupun di puskesmas, ” pungkasnya. (hms/oko)
