Picu Kelangkaan, Polda Riau Selidiki Restoran Dan Rumah Makan Gunakan Elpiji Melon

CB, Pekanbaru – Kepala Kepolisian Daerah Riau, Pol. Drs. Nandang M.H. memberikan instruksi kepada direktorat kriminal khusus untuk menyelidiki restoran dan rumah makan yang maish menggunakan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram.

“Betul, sudah ditugaskan direskrimsus untuk mengecek restoran dan rumah makan yang menggunakan gas elpiji 3 kg,” kata Kapolda Riau di Pekanbaru.

Kapolda Riau menegaskan bahwa gas subsidi yang berjuluk ‘elpiji melon’ diperuntukkan pemerintah untuk masyarakat yang tidak mampu. Oleh sebab itu, kalangan usaha yang mapan dilarang menggunakannya.

Setelah diketahui barang subsidi, elpiji melon tersebut mengalami kelangkaaan mulai dari Dumai, Pekanbaru, Siak, Bengkalis hingga Riau.

Hal tersebut mengakibatkan melonjaknya harga eceran gas elpiji yang sebelumnya Rp 18.000,- per tabung, saat ini dipasarkan di tingkat akhir (konsumen) seharga Rp 40.000,- yang hampir menyamai harga non subsidi.

Sementara di tingkat pusat, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigjen Pol Agung Setya menyampaikan pihaknya akan menyelidiki penyebab terjadinya kelangkaan peredaran tabung gas subsidi di masyarakat.

“Kami akan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mengidentifikasi apakah ada penyimpangan yang membuat terjadi kelangkaan,” jelas Brigjen Agung.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang mampu agar menggunakan tabung gas elpiji dua belas kilogram. (Febe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *