CB, Mojokerto – Guna menghadapi situasi kontinjensi Pilgub Jatim 2018, Satsabhara Polres Mojokerto bersama Polsek Jajaran melaksanakan latihan Dalmas. Rabu (24/1/2018). Latihan Dalmas ini di pimpin langsung Kasatsabhara AKP Bambang Eko Sujarwo dan melibatkan 2 Kompi Personel yang terdiri 1 Kompi Dalmas inti dan 1 Kompi Dalmas Kerangka. Latihan Dalmas juga melibatkan, Water Canon, Publik adress, unit K9 dan Pasukan Raimas sebagai Tim Tindak Anarkis.
Menurut keterangan yang disampaikan AKP Bambang Eko Sujarwo, latihan diawali kegiatan sikap dasar dalmas di lanjutkan latihan dalmas awal tangan berkait dan dalmas awal dengan menggunakan tali dalmas. Selain dalmas awal, personel juga di berikan latihan dalmas lanjut yang dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan dalmas.
“Sebagai sesi akhir latihan di laksanakan simulasi yang diawali aksi unjuk rasa dan protes yang di lakukan kelompok massa dari salah satu calon yang kalah, yang menuntut KPU agar di laksanakan pemungutan suara ulang. Aksi unjuk rasa awalnya berjalan tertib dibawah pengawalan petugas, namun massa menutup jalan dan melakukan blokade sehingga arus lalu lintas tidak berjalan” terang AKP Bambang Eko S.
Dalam simulasi situasi kontijensi ini juga diceritakan, tim negosiator melakukan negosiasi namun tidak ada titik temu, massa makin tidak terkendali dan mulai melakukan tindakan aktif mendorong dan melempari pasukan dalmas awal. Karena situasi makin memanas Danki Dalmas atas perintah Kapolres memerintahkan lapis ganti dengan dalmas lanjut.
Sementara itu untuk memberikan kesempatan lapis ganti, Unit K9 di turunkan di depan dalmas awal guna menghalau massa. Himbauan kepolisian terus dilakukan namun massa tidak menghiraukan dan terus melakukan tindakan agresif dengan mendorong dan melempar benda-benda keras kepada pasukan dalmas.
Pasukan Dalmas mengambil sikap berlindung dengan tameng, dan massa makin tak terkendali dan juga mulai melakukan pembakaran ban dan poster. Tim pemadam api dengan perlindungan pasukan dalmas bergerak cepat memadamkan api.
Massa makin beringas sehingga di lakukan penembakan gas air mata maupun penyemprotan air dengan water canon serta di lakukan pendorongan oleh dalmas lanjut. Massa mundur ke belakang namun makin anarkis dan terjadi rusuh massa dimana massa mulai melakukan penjarahan, pengerusakan fasilitas umum dan penganiayaan, selanjutnya pasukan raimas sebagai tim tindak anarkis di turunkan untuk melakukan tindakan tegas.
Situasi berhasil di kendalikan dan massa tercerai berai, tim escape segera melakukan tugasnya untuk mengevakuasi korban maupun provokator yang berhasil diamankan.
Dengan latihan ini Kasatsabhara menuturkan, bahwa Polres Mojokerto tak hanya menghadapi Pilgub Jatim, namun pihaknya tetap berlatih sebagai bentuk kesiapan pasukan Dalmas apabila di hadapkan situasi kontingensi yang mungkin saja terjadi. (Febe Ertin)
