CB, Bogor – Helikopter Badan SAR Nasional (Basarnas) telah terbang dari Lanud Atang Sendjaja menuju daerah Pekalongan untukmelaksanakan tugas mencari enam orang korban hilang di laut. Keenam orang hilang tersebut adalah anak buah kapal (ABK) dari kapal motor (KM) Pinang Jaya yang karam di garis pantai Pekalongan, dan belum ditemukan.
Seperti diketahui, KM Pinang Jaya berlayar dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, pada hari Sabtu, 27 Januari 2018, dengan tujuan Samarinda, Kalimantan Timur. Namun, di tengah pelayarannya, saat melintas di perairan pulau Jawa, pada hari Sabtu itu juga, KM Pinang Jaya tenggelam. Dari 18 anak buah kapal (ABK) KM Pinang Jaya, 12 orang di antaranya berhasil diselamatkan oleh sebuah kapal yang saat itu melintas dan sedang menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sementara enam orang ABK lainnya dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Karena itu, satu helikopter Basarnas di Lanud Atang Sendjaja yang diterbangkan oleh dua orang penerbang handal Lanud AtsMayor Pnb Betya Lukman, dan Mayor Pnb Ageng, dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap ABK KM Pinang Jaya yang hilang tersebut, yang diperkirakan berada diseputaran garis pantai Pekalongan.
“Sementara kami kerahkan satu helikopter Dauphin untuk melakukan pencarian dari udara, dan harapan kami para korban bisa segera ditemukan,” kata Danwing 4 Lanud Ats, Kolonel Pnb Bambang Juniar Djatmiko, S.Sos., sesaat setelah melepaskan tim Basarnas tersebut.
Helikopter take off dari Lanud Ats menuju sasaran pencarian, diterbangkan oleh Mayor Pnb Betya Lukman dan Mayor Pnb Ageng,dengan tiga orang crew lainnya, yaitu Serma Wiranto, Serma Nurdin, dan Serka Hadi, dilepas oleh Komandan Wing Udara 4, Kolonel Pnb Bambang Juniar Djatmiko, S.Sos., dari hanggar Basarnas Lanud Ats pada hari Sabtu (3/2/2018). Turut hadir dalam pelepasan tim Basarnas tersebut adalah Direktur Operasi (Dirops) Basarnas, Kolonel (Mar) Bambang Surya Aji.
Ketika melepaskan tim Basarnas dari Lanud Ats, Danwing 4 Lanud Ats, mengingatkan semua crew agar tetap menjaga keamanan diri dan peralatan yang digunakan. “Selalu lakukan koordinasi dengan semua elemen yang terkait dengan operasi pencaharian ini, terutama yang berhubungan dengan kondisi cuaca yang akhir-akhir ini sering buruk, agar dapat diambil langkah-langkah yang tepat selama proses pencaharian”, ungkap Kolonel Pnb Bambang Juniar. (Ertin Primawati)
