Antisipasi Serangan Hama, Babinsa 13/BUNTU PANE Ajak Petani Lakukan Penyemprotan Serentak

CB – Danramil 13/Buntu Pane Kapten Inf B. Simatupang mengungkapkan untuk tehnik pemilihan pestisida harus tepat sasaran. Penggunaan pestisida yang tidak tepat sasaran hanya akan memperparah tingkat serangan hama wereng dan pemborosan tenaga dan uang. Gunakan pestisida yang kerjanya sistemik, kalau perlu kombinasikan pestisida yang kerjanya kontak dan sistemik. Kombinasikan pestisida yang kerjanya pembungker telur wereng dan pembunuh wereng dewasa. Sebagai contoh pestisida yang kerjanya sistemik adalah oshin, plenum, OBR, cronus dll. Pestisida yang cara kerjanya kontak adalah darmabas, baycarb, mipcin, poksindo dll.

Sedangkan pestisida pembungker telur wereng adalah aplaud, lugen, ovista dll. Contoh pengoplosan pestisida untuk hama wereng misalnya aplaud dan darmabas/ poksindo (untuk tingkat serangan hama wereng ringan), aplaud dan OBR/ cronus (untuk tingkat serangan hama wereng sedang), poksindo dan oshin/ plenum (untuk tingkat serangan hama wereng yang berat atau hampir membentuk spot). Jangan sekali-kali menggunakan pestisida yang berbahan aktif piretroid sintetik seperti fastac, matador, crown, faster, buldok, decis, starban, fostin, sidametrin dll masih banyak lagi karena akan memperberat serangan wereng walaupun ketika disemprot wereng terlihat jatuh dan mati, ungkap beliau.

Penyemprotan ini untuk mengantisipasi hama ulat maupun wereng, selain itu juga untuk memberikan kesuburan terhadap batang padi serta menghilangkan rumput ilalang yang bakal tumbuh di sekitar padi. Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 13/Buntu Pane Serda Toni Suwandi yang terjun langsung ke sawah melaksanakan penyemprotan padi milik anggota Kelompok Tani Loh Jenawi saudara Solihin petani Desa Bangun Sari Kecamatan Setia Janji Kabupaten Asahan sebagai langkah pengendalian hama padi, Senin (05/02/2018).

Selain itu Serda Toni Suwandi juga menghimbau dan mengajak para petani untuk melakukan penyemprotan secara serentak guna mengendalikan serangan hama tersebut. Bila penyemprotan dilakukan bersama-sama serentak dan terjadwal, maka hama ulat tidak akan berpindah kesawah yang lainya dan akan mati,” ujar Babinsa.

Demi menyelamatkan tanaman padi milik petani dan antisipasi meluasnya serangan hama yang menyerang tanaman padi, Babinsa bersama dinas pertanian juga terus melakukan pendampingan terhadap petani untuk menghilangkan hama wereng. (Ertin Primawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *