CB, Brebes – Kecamatan Salem mempunyai letak geografis yang berbukit-bukit sehingga jika hujan turun cukup deras bencana tanah longsor ataupun banjir serta pohon tumbang sudah menjadi langganan pada musim penghujan. Hujan dengan intensitas yang tinggi mengakibatkan debit air sungai sewaktu-waktu dapat meluap, sumber air juga berasal dari hulu sungai.
Pada 20 Februari 2018 sekitar Pukul 17.30 WIB, Akses transportasi umum serta poros Jalan Usaha Tani (JUT) masyarakat Kecamatan Salem lumpuh total, setelah Jembatan Pasirkuda yang terletak di Dusun Kandayakan Desa Wanoja Kecamatan Salem runtuh pada salah satu bagian sisinya. Jembatan yang berdiri diatas Sungai Cibinong salah satu sisi jembatan putus sepanjang 7 meter yang diakibat abutment jembatan tergerus derasnya arus Sungai Cibinong, setelah sebelumnya wilayah Kecamatan Salem diguyur hujan lebat dari Pukul 16.00 sampai dengan 21.30 WIB.
Akses jembatan ini menghubungkan antara Desa Wanoja-Tembongraja-Windusakti-Winduasri serta Desa Capar. Dengan robohnya salah satu sisi jembatan tersebut, baik kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melewati akses jembatan dengan lebar 4 meter tersebut.
Oleh karena itu, sekitar 120 orang melaksanakan karya bhakti perbaikan jembatan secara darurat dengan menggunakan bambu maupun batang kayu untuk menghubungkan bagian jalan dengan badan jembatan yang masih berdiri kokoh. Warga masyarakat dan relawan yang berjumlah 100 orang, 11 orang anggota Koramil 13/Salem, Babinkamtibmas Desa Wanoja, Camat Salem beserta anggotanya, anggota Perhutani BKPH Salem, Kades Capar, Tarcim dan Kades Wanoja, Salyo Pranoto SH.MH beserta perangkat desa, berjibaku dengan semangat kebersamaan membuat jembatan darurat yang dimulai Pukul 08.00 WIB. Rabu (21/2/2018).
Menurut Pelda Jahri, Plh. Danramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes yang terjun langsung ditengah-tengah warga mengungkapkan, “Sasaran dari karya bhakti pagi ini adalah pembuatan jembatan darurat sehingga bisa dilewati oleh para pejalan kaki maupun kendaraan bermotor beroda dua. Fisik Jembatan Pasirkuda ini mempunyai 3 gorong-gorong besar sebagai penyangga utama badan jembatan, salah satu gorong-gorong jembatan tersebut miring atau condong ke salah satu sisi, akibat gerusan derasnya arus Sungai Cibinong sehingga mengakibatkan badan jalan diatasnya ini ambrol kedalam sungai,” tarangnya.
Lebih lanjut Jahri mengungkapkan “Kami bersama warga masyarakat Desa Capar dan Desa Wanoja serta dibantu sejumlah relawan, bergotong-royong melaksanakan perbaikan dengan membangun jembatan darurat dengan material berupa bambu dan batang kayu. Diharapkan siang atau sore ini juga jembatan darurat ini selesai dan dapat dilalui oleh masyarakat maupun pengguna jalan lainnya,” terangnya.
Sementara Kades Wanoja, Salyo Pranoto SH.MH diakhir pekerjaan gotong-royong mengungkapkan “Kami dibantu oleh seluruh elemen masyarakat serta Muspika Kecamatan Salem, baik dari kecamatan, Koramilnya maupun anggota Polsek, dan alhamdulillah saat ini jembatan darurat yang kami bangun ini sudah dapat dilalui oleh pejalan kaki maupun sepeda motor. Saya mewakili warga, sangat berharap bantuan berupa perbaikan infrastruktur jembatan ini dapat segera dikerjakan oleh pemerintah daerah, karena vitalnya fungsi jembatan ini bagi perekonomian warga. Dengan roda empat tidak bisa lewat otomatis biaya pengangkutan hasil panen warga dari kebun atau sawah ke pasar akan meninggkat, warga juga akan kesulitan mengangkutnya secara manual atau menggunakan gerobak. Semoga musibah ini cepat direspon pemerintah kabupaten, dan sekali lagi terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pekerjaan dari pagi hingga sore ini,” pungkasnya. (Ertin Primawati)
