Dinkes Jatim Komitmen Capai Target Eliminasi Stunting

CB, SURABAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk mencapai target eliminasi stunting. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan eliminasi stunting di bawah 20 persen untuk seluruh wilayah Indonesia termasuk Jawa Timur pada 2030.

“Kita ingin seperti negara maju yang jumlah anak stunting dibawah 20 persen. Stunting di Jatim terjadi tidak sepenuhnya karena kurang ketersediaan makanan, bahkan Jatim menjadi daerah pengekspor pangan. Pengetahuan gizi masyarakat yang perlu ditingkatkan itu masalahnya,” kata Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso, Senin, (2/3) di kantor Dinkes Jatim.

Ia menjelaskan persoalan stunting juga sangat berhubungan dengan pemenuhan asupan gizi ibu hamil saat 1000 hari pertama kehidupan. Menurutnya, para ibu harus memberikan ASI eksklusif sesuai dengan arahan dokter agar pertumbuhan dan perkembangan anak tidak mengalami masalah.

Lebih lanjut, Kohar,menuturkan Dinkes Jatim selama ini terus melakukan sosialisasi agar pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang semakin baik. Jika ditemukan kasus baru di masyarakat, pihaknya akan langsung menangani secara cepat.
Dirjen Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono pada kesempatan yang sama menambahkan pemerintah sudah menjalankan program 1000 desa di 100 kabupaten kota prioritas untuk mengatasi stunting.

“Untuk 2019 dilakukan kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan stunting diseluruh desa di 100 kabupaten dan kota ditambah 50 kabupaten dan kota lainnya. Kita menargetkan ditahun 2030 anak penderita stunting sudah dibawah 20 persen,” tambahnya. (Er)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *