Empat Bayi Kembar Siam Dalam Pengawasan RSUD Dr Soetomo

CB, SURABAYA – Bulan April, empat bayi kembar siam yang baru lahir dalam pengawasan Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu RSUD Dr Soetomo. Namun, tidak semua bayi ditujuk ke RSUD Dr Soetomo.

Sejumlah protocol ditentukan sebelum merujuk bayi kembar siam ke rumah sakit tipe A di wilayah Indonesia bagian timur ini.Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu RSUD Dr Soetomo, dr Agus Harianto,  SpA(K) mengungkapkan bayi kembar siam asal Kendari merupakan bayi ke-88 yang ditangani timnya, kemudian bayi asal Lamongan merupakan ke-89. Bayi asal Probolinggo ke-90 dan bayi asal Ternate- 91.

“Kami ada protocol apakah bayi tersebut tergolong survival atau tidak, kalau survival bisa dipertimbangkan untuk ditujuk,” jelasnya disela kunjungannya di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT), Sabtu .

Saat ini hanya bayi asal Lamongan yang dirujuk ke Surabaya. Sementara tiga bayi lain masih berada di rumah sakit daerah masing-masing. Yaitu di Kendari, Probolinggo, dan Ternate.
“Bayi di Kendari lahir paling awal di bulan Maret, perwakilan tim kami memeriksa langsung ke Kendari kondisi bayi,” urainya.

Dikatakannya, kondisi organ vital bayi di Kendari dalam kondisi baik. Hanya saja bagian dada dan perutnya menyatu. Pihak rumah sakit daerah juga menyanggupi untuk merawat bayi di sana. “Kami tawarkan mau dipisah di mana, rumah sakit di sana menyanggupi. Jadi kami buat tim juga di sana, tapi bayi baru bisa dipisah saat usia setahun. Karena area yang menyatu cukup luas,”ujarnya.

Sementara itu, bayi asal lamongan saat ini masih lama ruang NICU di GBPT RSUD Dr SOetomo. Kedua bayi dempet perut dan dada ini memiliki jantung yang terpisah. Hanya saja kondisi jantung mengalami kelainan berat.
“Sejauh ini masih diberi asupan protein dan ASI. ASInya dibawakan dari ibunya yang masih dirawat di RS daerah,” imbuhnya(er)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *