CB, TanahBumbu – Empat orang alumni SMKN2 Simpang Empat yang berasal dari anak-anak TKI (SIKK) Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Sabah-Malaysia yaitu :
- Dwian Setiawan
- Supardi
- Asril
- Emmanuel Lamber
mendapat beasiswa dari Direktorat Jenderal Pendidikan Indonesia yang bekerjasama dengan pemerintah RRC. Keempat alumni siswa SMKN2 Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan tersebut meneruskan pendidikan di Shang Hai- RRC untuk jenjang strata satu (selama 4 tahun), Mereka akan belajar selama empat tahun dinegeri China untuk mencapai sarjana dan setelah itu mereka akan kembali bekerja di Indonesia melalui job matching.
Selama dalam waktu empat tahun belajar di RRC ke empat alumni SMKN2 Simpang Empat tersebut akan mendapatkan biaya pendidikan dan akomodasi gratis atau 80% gratis, sedangkan biaya konsumsi atau biaya makan dan biaya Visa ditanggung oleh mahasiswa sendiri. Kepala SMKN2 Simpang Empat, Ribut Giyono, SPd,MM kepada Cahaya Baru media Online dan Cetak mengatakan Lembaga SMKN2 Simpang Eempat telah mensuport dan memfasilitasi anak-anak dari SIKK Sabah-Malaysia untuk megurus segala bentuk adamnistrasi kependudukan dari status warga Negara Malaysia menjadi Warga Negara Indonesia.
Ribut Giyono, SPd,MM juga mengatakan bahwa dia turut bangga dan mengucapkan selamat kepada para alumni SMKN2 Simpang Empat yang sukses melanjutkan study ke luar negeri,”Saya turut merasa bangga apabila mantan peserta didik saya yang berhasil melanjutkan pendidikan ke luar negeri, secara otomatis mereka telah membawa nama lembaga pendidikan SMKN2 Simpang Empat ke luar negeri”, ungkapnya.
Dari ke empat alumni SMKN2 Simpang Empat tersebut salah satu diantaranya yaitu Dwian Setiawan kepada Cahaya Baru mengatakan bahwa mereka ingin bekerja sambil kuliah sebagai Part Time Job apabila diperbolehkan oleh Universitas di Shang Hai-RRC untuk bekerja. Karena hanya ada universitas tertentu di RRC yang mengizinkan mahasiswa bekerja sambil kuliah dan kami tentunya harus mengikuti segala peraturan pemerintah RRC, karena begitu kami lulus pendidikan strata satu disana kami kembali ke Indinesia akan langsung bekerja melalui Job Matching, ungkap Dwian Setiawan.(Jhon)
