CB Lumajang – pria paruh baya bertelanjang dada itu tekun melihat helai demi helai lembar daun dari tanaman yang berada disamping rumahnya,Teriknya matahari dan peluh yang terus menetes dari kening dan tubuhnya tak jua dihiraukannya, mata tua terus memandangi satu demi satu tanaman cabai yang mulai subur.
Ketika dikonfirmasi oleh wartawan online dan cetak mingguan mengatakan..”ini pekerjaan saya setiap hendak panen melihat apakah ada hama yang menyerang tanaman cabai ini,” ujar Amari petani cabai sukses yang ada didusun Meleman Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang (21/11).
Tak salah bila petani asal penduduk asli Dusun Meleman Desa Wotgalih yang ber usia 50 Tahun itu hatinya berbunga-bunga, Karna hamparan tanaman cabai dilahan seluas 1 hektare itu tumbuh subur padahal dahulunya lahan tersebut menurut Amari sendiri lahan ini ditanami apapun tidak pernah sukses sekarang kok bisa subur itu ada rahasianya mas, ibarat makanan ada Nasi kuah santen sambel trasi udang bakar itu yang bisa membuat tanaman saya seperti ini mas.
“ungkapnya sambil tertawa keras, kata bahasa maduranya (mapan alias lebbe) Varietas cabai yang ditanam adalah jenis cabai TW pelita yang mempunyai harga yang cukup Nominal lumayan per kilogram,” selain pekerjaan tani Amari juga sebagai kepala keamanan disuatu perusahaan tambak udang yang berada tidak jauh dari rumahnya dengan pekerjaan yang sangat rumit menurut Amari tetapi menurut beliaunya tetap komitmen dengan tanggung jawabnya sebagai keamanan dilokasi tersebut karna menurut Amari sendiri rintangan itu pasti silih berganti tetapi dengan hati yang sabar dengan anggotanya puluhan karyawan yang selalu semangat dengan tugasnya masing-masing agar hasil kinerjanya lebih baik dan memuaskan,”ungkapnya(Har/had)
