CB, Sumenep – Pasar Anom Sumenep merupakan pasar induk satu-satunya di Kabupaten Sumenep, keberadaannya perlu adanya peningkatan penataan lebih serius, karena kondisinya sangat mengganggu para pengunjung, terutama kemacetan acap kali terjadi.
Sehubungan masuknya kendaraan roda dua dan roda empat, dan ruang gerak para pedagang sangat terbatas dan berdesakan.
Hal ini dipicu adanya bundaran yang kini mulai tak difungsikan sebagai mana mestinya. Bahkan ditempati sampah dan tumbuhan liar sehingga menjadi kumuh.
Menanggapi situasi keberadaan pasar tersebut Kepala UPTD Pasar, Purnomo Subagio S.Sos mengatakan “Yang pertama tentang kebersihan pasar yang harus di dahulukan, pengadaan sarana dan prasarana yang diperlukan, tentu sebelumnya kurang memadai dan saat ini sudah memenuhi sehingga tidak ada alasan lagi pasar itu tidak bersih”.
Kemudian upaya yang saya lakukan adalah penataan para pedagang terutama yang ada di bundaraan, yang dulunya seperti tempat wisata namun sekarang sudah kumuh. Sehingga rencana kedepan saya mengupayakan sosialisasi terhadap para pedagang yang ada di bundaran tersebut untuk direlokasikan ke tempat lain tentu tempat yang layak, sehingga nanti bundaran kembali seperti semula.
Sosialisasi terhadap para pedagang tersebut sudah dilakukan 50% sudah menyepakati yang penting pedagang tersebut berkupul jadi satu, misalnya pedagang buah sama buahnya, ikan sama ikannya dan begitu seterusnya.”
Begitulah tanggapan Purnomo Subagio, yang masih belum lama menjabat Kepala UPTD pasar di Sumenep. Nantinya secara bertahap untuk pembenahan terutama penataan pasar Anom satu satunya pasar induk, demi tercapainya kenyamanan dan kepuasan pengunjung pasar. Bahkan Purnomo ke depan mengagendakan adanya balai kesehatan untuk menampung para pengunjung pasar yang mungkin terserang penyakit secara tiba tiba ditempat pasar Anom tersebut.(nay)
