CB, SURABAYA – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, warga Jalan Tanah Merah bersama paguyuban Pasundan Surabaya serta takmir masjid Miftahul Jabbar mengadakan pengajian akbar bersama KH. Asep Saifuddin Chalim.
“Kami ingin lebih mendekatkan tali silatuhrahmi dengan Paguyuban Pasundan Surabaya bersama masyarakat sekitar dan masyarakat luas pada umumnya, supaya tidak ada perbedaan suku maupun budaya, ” ujar Supardi Achmad sebagai takmir masjid miftahul jabbar.(13/12/18)
Terlihat sangat berbeda dalam pengajian yang diadakan oleh masjid miftahul jabbar kali ini dengan Paguyuban Pasundan Surabaya, dengan adanya budaya sawer sebelum acara ceramah KH. Asep Saifuddin Chalim.
“Memang budaya Sunda kami Sangat berbeda dengan budaya lain, dalam menyambut tamu, yakni dengan adanya saweran atau menaburkan uang dan menjadi rebutan, makna sebenarnya dari sawer adalah ngalab berkah dari rebutan uang itu,” ujar Ferry Suryana selaku ketua Paguyuban Pasundan Surabaya.
Dalam penyambutan tamu ketua Paguyuban Pasundan Jawa Timur berserta jajaranya yang turut hadir dalam acara pengajian akbar tersebut, maka paguyuban Pasundan Surabaya melakukan tradisi tabuhan Gending Sunda dibarengi sawer.
“Kami berharap melalui kegiatan ini agar dapat bersatunya budaya dan seni kami serta menjalin kerukunan pada semua umat tanpa membedakan suku dan budaya,” imbuh ferry
Terlihat sangat antusias sekali para jamaah kurang lebih 500 jamaah dalam mendengarkan tausyiah ceramah agama yang disampaikan oleh KH Asep Saifuddin Chalim.(bud)
