Dalam upacara tersebut, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin langsung dimulai dengan pemeriksaan pasukan, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan ban lengan kepada salah satu prajurit TNI. Setelah itu dilanjutkan pembacaan tekad dari prajurit untuk patuh hukum dan disiplin.
“Operasi ini, adalah salah satu upaya memelihara dan meningkatkan profesionalisme TNI. Prajurit yang profesional adalah prajurit yang memahami hukum dan mematuhinya,” tegas Panglima TNI dalam amanatnya.
Menurut Panglima TNI, seorang Prajurit tidak harus mampu disiplin baik saat perang maupun tidak. Terlebih saat ini tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks dengan semakin berkembangnya teknologi, media sosial dan media siber.
Prajurit TNI harus mengikuti perkembangan teknologi. Hal itu agar TNI juga dapat mengatasi penyebaran berita bohong dan tidak terpengaruh dalam penyebaran berita bohong. (Ertin Primawati)
