CB, SULTENG, Bangunan rehab Kantor UPPKB di Tahun 2018 di Daerah Kayu Malue tepatnya di Jalan Trans Sulawesi Profinsi Sulawesi Tengah yang mana berdiri kokoh dan megah tidak ada pengaruh dengan Kejadian pada tanggal 28 September Bencana Besar Gempa,Tsunami dan Likuifaksi mengakibatkan banyak korban dan gedung atau rumah ambruk yang melanda Palu,Sigi Dan Donggala dari titik segi bangunan ini tidak ada yang rusak.
Disini kantor UPPKB segera dioperasikan dengan baik menurut Drs H.Hasan Bisri sebagai Kepala Balai Pengelolah Transportasi Darat ( BPTD) Wilayah XX Profinsi Sulawesi Tengah sampaikan ke wartawan, UPPKB kayu Malue merupakan salah satu dari tiga UPPKB di profinsi Sulawesi Tengah yang akan dioperasikan kembali setelah 5 Tahun Fakum, dengan adanya keluar UU 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan Daerah , dimana kewenangan pengelolahan UPPKB yang tadinya dikelolah oleh Pemerintah Daerah Profinsi dialihkan ke Pemerintah Pusat. Sambung dia, di Tahun 2019 ini Pemerintah pusat akan mengoperasikan Tiga Uppkb yaitu Kayu Malue, Moutong dan Mayoa, untuk UPPKB Kayu Malue direhab tahun kemarin dengan meningkatkan kapisitas alat timbang dari 40 ton menjadi 80 ton. Sementara ini pemerintah Pusat fokus terhadap upaya penertiban angkutan barang yang melakukan pelanggaran disebut dengan Overloadf dan Overdimendi (ODOL) .
Drs.H.Hasan Bisri berharap dengan beroperasinya UPPKB ini dapat memberikan kenyamanan bagi pengendara kendaraan lainya, seperti kecepatan semakin meningkat, kerusakan jalan bisa berkurang dan angka kecelakan pun menurun. untuk peningkatkan kedisipilan seperti kelebihan muatan 50-100 % sanksinya ditilang jika kelebihan diatas 100 % bongkar muatan, ini dilaksanakan paling lambat mereka akan beroperasai hari senin disertakan pembenahan kantor persiapan ops lainya. Untuk penertiban akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu selama beberapa bulan sebelum penegakan dengan melakukan pertemuan pemilik kenbdaraan,Asosiasi angkutan barang, ekspedisi agar mereka mengetahui keberadaan UPPKB yang akan beroperasi Tahun ini terangnya. (fadri)
