CB SULTENG – Tour Sharing Durian Pelangi dilaksanakan di Desa Ogorandum Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong Profinsi Sulawesi tengah pada tanggal 15 – 17 Maret 2019 akan datang maka dari ini lokasi perkebunan I ketut Kari menjadi ajang pertemuan para peserta Tour Sharing durian Pelangi yang dihadiri Peserta antara lain adalah
- Peserta Rombongan Balikpapan tiga peserta yaitu ; Mas Alif, Reza dan Fernandez
- Rombongan Dari Palu tiga Peserta juga Yaitu : Saudara Dari Fernandez, Orang Tua Fernandez dan Ilham Purwanto
- Rombongan Jakarta Yaitu : Budi Karya , Edy Halim ,Lukman Hakim ,Dymas Wendy ,Mas Sigit ,Teguh,Agus Tegal, Prof Moh Reza,Reza1,2,3,4,5 dan 6 Suparta, dan Indra .
Info dari peserta pada tanggal 14 Rombongan Balik Papan berangkat tanggal 14 pesawat sriwijaya Air untuk Rombongan Jakarta tanggal 15 menggunakan Batik Air .
I Ketut Kari adalah salah satu memiliki lahan perkebunan Durian yang dikelolahnya perjuangan yang begitu luar biasa sehinggah dapat menghasilkan beberapa Jenis Buah-buahan khususnya adalah Durian dan berhasil membuahkan durian Manokwari di Sulawesi tengah Ini. Desa Ogorandum merupakan Desa didomisasi perkebunan cacao dan kelapa namun masyarakat namun masyarakat sudah mulai menanam aneka buah ragam buah-buahan didataran rendah. Disamping itu kebun I Ketut Kari berada di dengan ketinggian 40 -45 meter dengan tanah mineral yang subur dan gembur sumber air permukaan adalah sungai tidak terlihat dari posisi kebun tetapi ada kolam ikan walaupun musim kemarau tidak dikering suhu udara disiang hari mencapai 38o dengan kelembaban udara (RH) sekitar 50-60 %. Dengan keberhasilan banyak dari pihak-pihak berdatangan mengunjungi kebun tersebut melihat berbagai macam buah-buahan terutama seperti Durian tersebut. Dengan kegiatan Tour Sharing ini pihak dari Iketut Kari Sibuk Menyiapkan segala sesuatu yang akan dibutuhkan nanti oleh Para peserta yang akan datang.
Sedikit dari penjelasan dari durian Manokwari : Papua dikenal sebagai pulau menyimpan banyak kekayaan alam yang tak ternilai harganya di seantero Nusantara. Bukan hanya emas, tembaga atau kekayaan tambang lainnya, melainkan juga hutan, laut, hewan dan tentu saja tanamannya. Dan biasanya wujud kekayaan itu bersifat langka atau unik. Hal ini wajar, mengingat sebagian besar wilayah Papua masih perawan alias belum tersentuh campur tangan manusia. Salah satu kekayaan berharganya yang bersifat unik dan langka adalah DURIAN PELANGI. Tanaman Buah Durian Pelangi berasal dari daerah Manokwari, Papua Barat. Tanaman buah ini ditemukan pertama kali oleh seorang peneliti tanaman asal Sumatera Selatan bernama Karim Aristides. Beliau adalah seorang sarjana lulusan salah satu Universitas di Berlin, Jerman. Beliau pulalah yang mencetuskan nama tanaman durian tersebut sebagai Durian Pelangi. Nama tersebut sebagai ungkapan adanya keragaman warna maupun rasa yang terdapat pada durian unik ini.
Durian Pelangi Manokwari atau dalam bahasa latinnya disebut Durio zibethinus L merupakan tanaman durian khas daerah Manokwari, Papua Barat. Tanaman durian ini mampu berbuah baik di dataran rendah, sedang maupun tinggi. Saat ditemukan di alam liar, ketinggian pohonnya dapat mencapai 25 m. Tanaman Durian Pelangi sejatinya adalah tanaman durian hasil persilangan 3 varian durian, yaitu: durian putih (Zibethinus), durian merah (Graveolens) dan durian kuning (Fotogensis). Perpaduan ketiga jenis tanaman durian tersebut menghasilkan tanaman durian dengan warna buah yang berwarna warni indah bak pelangi. Yakni : merah, kuning, hijau, oranye, putih dan krem, bahkan juga coklat susu. Selain itu, Tanaman buah durian pelangi juga tersohor akan kemampuan hidupnya yang sangat panjang, bayangkan saja, pohon durian pelangi manokwari mampu hidup mencapai 100 hingga 150 tahun. Menakjubkan sekali bukan.
Dari sudut pandang ilmu pengetahuan, Gregori Garnadi Hambali, seorang ahli botanist dari Universitas Birmingham Inggris, mengatakan bahwa Durian pelangi Manokwari merupakan hasil perkawinan silang alami antara durian jenis Zibhetinus dan graveolens. Kemudian menghasilkan tanaman durian yang warna dagingnya merupakan perpaduan warna merah muda dan krem dengan semburat warna hijau di sudut bijinya (ponggenya) atau bisa juga perpaduan warna merah tua dan krem dengan semburat warna hijau di sudut ponggenya.Sejarah durian pelangi Durian pelangi Manokwari mempunyai daging buah tebal, citarasanya manis dan lezat dengan tekstur buah lembut dan agak lengket. Biji buahnya berukuran sedang. Durian ini mengandung kadar alkohol yang relatif lebih rendah dibanding durian lokal jenis unggul lainnya. Durian Pelangi Manokwari termasuk jenis durian yang tahan simpan/tahan lama karena dapat bertahan 6-7 hari setelah panen. Kelebihan lainnya adalah produktifitasnya tinggi karena bisa dilakukan pemanenan setahun 2 kali atau secara total dapat menghasilkan antara 400-800 butir/ pohon/ tahun. Ukuran buah yang dihasilkannya pun relatif besar-besar dengan bobot 2-3 Kg per buahnya. ( Tim)
