Ketua pordasi Lumajang Tanggapi Berita Terkait Event Pacuan Kuda Yang Menelan Korban

CB, Lumajang – Dengan adanya pemberitaan di beberapa media online dan cetak beberapa hari yang lalu khususnya di media online dan cetak cahaya baru yang dengan judul pacuan kuda di wotgalih menelan korban jiwa, event pacuan kuda yang di gelar di tempat wisata pesisir pantai selatan wotgalih, Desa  Wotgalih, kecamatan Yosowilangun, Kabupaten   Lumajang,   Jawa timur, pada Sabtu lalu (9/2), dan orang tua korban juga telah resmi melaporkan pada pihak yang berwajib, Rabu (13/2). H. Siswanto, sebagai Ketua DPC pordasi saat di konfirmasi beberapa awak media di kediaman nya, Kamis (14/2/2019) menjelaskan.

Menurut Ketua DPC Pordasi H. Siswanto, bahwa pihaknya dan panitia pelaksana sudah melakukan proses tahapan demi tahapan, mulai dari segi pengamanan sampai pembuatan pagar pembatas penonton dan arena pacuan kuda itu sendiri,bahkan yang bikin pagar pengaman itu juga Fodasi wilayah jawa timur jelasnya.

“Seminggu sebelum pelaksanaan perlombaan pacuan kuda, Pordasi Jawa Timur sudah melakukan pengecekan lokasi yang akan dilakukan lomba pacuan kuda tersebut,” Ujar H. Siswanto.

Selain itu event tahunan ini digelar atas tuntutan KONI yang dalam tiap tahunnya mengucurkan dana sebesar Rp 25.000.000 per tahun yang terbagi menjadi dua termin.

“Jika pacuan kuda ini tidak dilaksanakan, tentunya KONI akan mempertanyakan dana yang telah dikucurkan

Akibat penghentian di hari semi final atau hari terakhir setelah insiden meninggalnya Maghda Agil Benzema (7) yang saat itu tertabrak kuda yang keluar dari arena saat perlombaan berlangsung, sejumlah peserta yang tidak bisa melanjutkan lomba pacuan tersebut, akhirnya menuntut pihak Pordasi untuk menjadi para pemenang,

Akhirnya, melalui negosiasi, para peserta yang tidak bisa mengikuti semi final terpaksa kami ganti seluruh kerugiannya sehingga kami rugi hingga ratusan juta rupiah ”,Keluhnya.

Sebenarnya, Lanjut H. Siswanto, Lomba Pacuan kuda ini adalah bentuk inisiatifnya agar bisa mendongkrak wisata alam pantai selatan Desa Wotgalih dengan menghadirkan peserta dari jawa dan bali.

Penonton kami gratiskan, bahkan dari pihak penyiar sendiri selalu mengintruksikan agar supaya para penonton selalu berhati hati, jangan sampai menonton malah menjadi tontonan, dan harapan kami dari lomba pacuan kuda ini, untuk mendongkrak wisata yang ada didesa Wotgalih, sehingga desa tempat kelahiran kami tidak di pandang sebelah mata oleh desa dan kabupaten lain.karena apa desa witgalih potensi wisata,pertanian sangat signifikan oleh karena itu saya sebagai putra daerah ingin sekali berkontribusi untuk mempromosikan wisata di daerah kami .Ditempat yang sama, Konsultan Hukum DPC Pordasi Kab. Lumajang, Abdul Syukur SH., terkait tuntutan secara hukum dari pihak orang tua korban, pihaknya mengatakan tidak ada persiapan atau antisipasi yang berlebihan untuk melawan tuntutan tersebut, karena alasannya masih belum ada panggilan dari pihak yang berwajib.

Kita lihat dulu, siapa yang dilaporkan, lagi pula kami juga belum mendapat pemanggilan secara resmi dari pihak yang berwajib

Sedangkan Maghda Agil Benzema (7) asal Desa Wotgalih, kecamatan Yosowilangun, korban pacuan kuda yang diduga meninggal dunia akibat terinjak kuda peserta yang menerobos pagar pembatas, yang kala itu korban menonton pacuan kuda bersama neneknya, korban sempat dilarikan kepuskesmas Yosowilangun dan langsung dirujuk ke RS Dr Haryoto Lumajang, namun sayang, yawa korban tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. tidak terima dengan insiden tersebut, Usman ayah korban, Rabu (13/2/2019) resmi melaporkan kejadian yang menimpa anakknya ke Polres  Tandasnya (Had/Har)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *