BENGONG MELIHAT TETANGGA DAPAT BANTUAN BERAS

CB, Banyuwangi – Meskipun dalam mempertahankan hidup sehari – hari, hanya mengandalkan dengan berjualan SIRIH yang ditanam di depan rumahnya, janda lanjut usia yang biasa dipanggil dengan Mbah ONAH yang lahir tanggal 09 Agustus 1941 ( 78 ) dan tinggal sendirian, warga Lingkungan Kramat Kelurahan Kertosari Kecamatan dan Kabupaten Banyuwangi ini selalu bersyukur karena masih diberi kesehatan dan dapat beribadah kepada Allah swt.

Terlintas dirinya tidak memiliki beban apapun, meskipun hampir dalam setiap harinya ONAH hanyalah makan dengan nasi sambal, nasi dengan kuah kelor dan terkadang ada pemberian dari orang ” Meskipun saya makan dengan nasi sambal, kuah kelor, yang penting sehat dan bisa sholat lima waktu, itu sudah cukup dan bersyukur sekali kepada Allah swt “. Kata ONAH sambil meniup kayu bakar saat masak air.

Disisi lain, Onah yang mengaku memiliki 3 orang anak dan tinggal di wilayah Kelurahan Sobo Kecamatan dan Kabupaten Banyuwangi juga membantu untuk kebutuhan makan berupa beras masing – masing 1 kg setiap bulan, kadang juga lebih dan uang masing – masing Rp. 25 ribuan untuk membayar listrik. Karena listriknya masih nyalur dari tetangga.

” Karena anak saya kerjanya buruh tani dan masing – masing sudah mempunyai keluarga, maka untuk memenuhi kebutuhan hidup saya, utamanya untuk makan dan bayar listrik maka dalam setiap bulannya saya diberi beras satu kiloan dan terkadang lebih serta uang Rp, 25 ribuan oleh Anak saya “. Kata onah.

Bahkan bukan hanya itu, karena dirasa tidak cukup untuk makan sehari – hari, dirinya mengandalkan dengan berjualan sirih. Meskipun tidak setiap hari ada orang yang mau beli ” Untuk menambah kebutuhan hidup saya, sering kali ada orang yang beli sirih ke saya. Ada yang beli Rp. 2.500.- Rp. 5.000.- bahkan ada yang pernah beli Rp. 10.000.- yang katanya untuk dibuat jamu. Kan lumayan, uangnya bisa untuk beli kerupuk, tahu atau tempe “. Jelasnya.

Dilain pihak, adanya program – program dari pemerintah terkait Bantuan Langsung Non Tunai ( BLNT), Kartu Indonesia Sehat ( KIS) ataupun Rantang Kasih kepada warga miskin, spontan Onah terlihat terenyuh dan sedikit mengeluarkan air mata ” Saya ini tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah ( BLNT, KIS, Rantang Kasih, Red). Tapi ketika saya melihat tetangga pulang dari kelurahan atau toko yang ditunjuk oleh pemerintah dengan membawa beras hasil bantuan, saya hanya bengong melihatnya dan berkata dalam hati, saya ini jauh lebih miskin dari pada mereka. Kok mereka bisa bantuan dari pemerintah “. Terang Onah.

Namun demikian, dirinya berusaha legowo dan berkali – kali berkata ” Yang penting saya selalu sehat dan bisa sholat lima waktu. Dan kalau saya sakit, cukup beli obat di warung. Karena dulu waktu saya sakit dan mau berobat ke puskesmas dengan membawa kartu JAMKESMAS katanya tidak bisa dan katanya kartu Jamkesmas sudah tidak berlaku lagi dan sekarang katanya menggunakan Kartu Indonesia Sehat ( KIS) “. Pungkasnya. ( Imm).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *