CB, SURABAYA – Performance indikator kinerja organisasi kemahasiswaan sudah jelas sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang dimiliki. Akan tetapi yang lebih penting dari sebuah organisasi kemahasiswaan adalah pengurus organisasi tersebut harus mampu memikirkan bagaimana mahasiswa bisa berkontribusi dan berperan di tengah masyarakat yang semakin kritis dan partisipatif.
Demikian juga dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jatim. Keberadaan dan kontribusinya sangat dinantikan dalam keikutsertaannya membangun Provinsi Jawa Timur demi terwujudnya percepatan perwujudan Jawa Timur yang lebih baik.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Pelantikan DPD IMM Jawa Timur Periode 2018 – 2020 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (10/3) malam.
Lebih lanjut Wagub Emil Dardak menjelaskan, dengan mengikuti organisasi, kemampuan dan kepribadian dalam diri (softskill) seorang mahasiswa akan tumbuh, sehingga kepribadiannya akan semakin berkualitas. Dan karakter tersebut sangat diperlukan ketika mereka berhubungan dengan masyarakat yang lebih luas.
“Mahasiswa harus mampu menjalankan ilmu pengetahuan yang didapat dengan baik. Tetapi juga harus mampu mengembangkan karakter yang membuatnya menjadi insan yang berbudi-pekerti dan memiliki etos kerja yang baik,” ungkapnya.
Masih menurut Wagub Emil Dardak, IMM Jatim merupakan organisasi yang berpotensi untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan. Apalagi saat ini, organisasi tersebut memiliki 25 cabang yang tersebar di seluruh Jatim. Tetapi yang perlu dipikirkan bersama adalah apakah bidang ilmu yang ditawarkan oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah sudah sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk mengawal pembangunan di Jawa Timur.
“Pada saat ini kita perlu mengaudit dan maping berapa kebutuhan SDM (sumber daya manusia, Red) yang dibutuhkan untuk pembangunan di Jatim. Termasuk melakukan dialog dengan provinsi lain di Indonesia serta Kementerian Perindustrian & Perdagangan RI dalam pemetaan potensi di Jawa Timur, utamanya untuk industri di bagian hilir,” ungkapnya.
Masih menurut Wagub Emil Dardak, saat ini Jawa Timur sangat kekurangan bahan baku dan masih sangat tergantung pada provinsi lain. Padahal pada saat ini dengan adanya infrastruktur yang baik (Jalan TOL dan pelabuhan), maka provinsi penghasil bahan baku cenderung mengolah bahan baku sendiri.
Sehingga ke depan, sebut Wagub Emil Dardak, sudah saatnya Jawa Timur mulai mengolah industri hilir dari bahan baku dari provinsi lain. Untuk mengolahnya, diperlukan SDM yang berkualitas dan diharapkan berasal dari lulusan perguruan tinggi yang ada termasuk dari Universitas Muhammadiyah.
Sementara itu, Ketua Umum PW Muhammadiyah Jawa Timur M. Saad Ibrahim mengatakan, dengan dilantiknya DPD IMM di Gedung Negara Grahadi menjadi pertemuan antara kecerdasan dan kekuasaan. “Kekuasaan yang bersinergi dengan kecerdasan dan ilmu pengetahuan akan dengan mudah membangun peradaban bangsa,” lanjutnya.
Dan Muhammadiyah, sebutnya, tidak pernah berputus asa dalam mengejar ilmu pengetahuan dan cita-cita. Hal tersebut diwujudkan dengan terbangunnya 83 rumah sakit dan tujuh perguruan tinggi yang tersebar di wilayah Indonesia.
Sebagai Ketua DPD IMM untuk periode 2018 – 2020 Andreas Susanto dalam sambutan perdananya menyampaikan bahwa IMM ingin berkolaborasi dengan pemerintah agar segera terwujud Jawa Timur yang lebih baik.
“IMM terus bergulat dengan ilmu pengetahuan, dan merupakan organisasi kemahasiswaan yang siap menjadi garda terdepan untuk menjadikan Jawa Timur lebih baik,” pungkasnya. (yit)
