Kepala UPT PPD Gresik Optimis Target Pajak Tahun 2019 Tercapai

CB, Gresik –  Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengelolaan Pendapatan Daerah Gresik keberadaannya dibawah Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah  Propinsi Jawa Timur.

Kantor UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Gresik saat ini  dikepalai oleh Raharjo Priambodo.

Kepada wartawan di kantornya, Raharjo Priambodo atau biasa dipanggil Pak Pri mengatakan kinerja institusinya dalam menarik pajak dari wajib pajak tahun 2019 ini memasang target  100 persen  tercapai di wilayah kerjanya.

” Adapun pajak tersebut meliputi pajak kendaraan bermotor (PKB),  bea balik nomor kendaraan bermotor (BBNKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak air permukaan dan retribusi jasa usaha (RJU),” terang mantan Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Probolinggo.

Dan tahun 2019, lanjutnya  target untuk  PKB sebesar Rp. 215, 260 miliar BBNKB Rp. 145,360 miliar lalu  pajak air permukaan (pemanfaatan air sungai untuk industri,red) sebesar Rp. 1,48 miliar, PBBKB Rp. 400 juta dan  RJU sebesar Rp. 70 juta. Jadi total semua pendapatan dari wajib pajak sebesar  Rp. 362,57 miliar.

Ditambahkan Pak Pri, capaian realisasi secara prosentase per tanggal 12 Maret 2019 ini yakni PKB  20,21persen , BBNKB tercapai 21,73 prosen,  PBBKB 17 prosen, pajak air permukaan 18 prosen, PBBKB sebesar  18 prosen dan RJU 18 prosen.

” Total capaian target secara prosentase  posisi 3 bulan sebesar total 20,8 prosen. Jadi ngepres capaiannya. Fokus wajib pada dua jenis pajak pada kendaraan bermotor yakni PKB dan BBNKB per triwulan capaianya 25 prosen,” kata Raharjo Priambodo lagi.

Untuk mencapai target tersebut kembali Pria asal Surabaya ini menyebutkan berbagai program dilakukan seperti payment poin seperti di samsat gresik dan pulau Bawean,  drive thrue di kantor Dishub Propinsi, woro-woro lewat stasiun radio Elbayu Gresik, operasi gabungan (opgab) antar UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Gresik, Dishub pemkab Gresik, Kepolisian Resort Gresik dari Polsek Kebomas serta Polsek Dukun seperti di bunder dan dukun kemarin,   jemput bola ke wajib pajak lewat surat pemberitahuan jatuh tempo bayar pajak, lewat sms serta on line bekerjasama dengan operator seluler.

Khusus untuk opgab setiap bulab bisa 4 sampai 6 kali dalam setahun bisa 60 kali, imbuhnya.

Biasanya saat opgab, pemilik kendaraan bermotor kita kasih dua pilihan,” Kalau mereka bayar pajak silakan jalan dan bila tidak maka akan kena tilang,” ucapnya.

Harap dia, dengan pelaksanaan program-program tersebut. Kepatuhan wajib pajak untuk bayar pajak semakin tinggi. Dan optimis sekali target bisa tercapai sehingga mendukung program pembangunan Gubernur Jawa Timur saat ini.(rud / sis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *