CB, LUMAJANG – Pelaksanaan pendidikan kerohanian agama adalah merupakan kurikulum pembelajaran yang wajib dilaksanakan oleh setiap sekolahan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Meskipun SDN 03 Tunjung Rejo kecamatan yosowilangun kabupaten Lumajang, berlokasi didaerah mayoritas yang penduduknya non muslim ( agama kristen ) tetapi semangat pelaksanaan pembelajaran pendidikan kerohanian agama islam di SDN 03 Tunjung Rejo tersebut patut diapresiasi
Menurut Sugiyo, Spd. kepala sekolah dasar tersebut saat ditemui wartawan media cetak dan on line Cahaya Baru di ruang kerjanya, jum,at (8/3 /19) mengatakan,” bahwa sebelum saya masuk ke SDN 03 Tunjung Rejo ini kegiatan kerohanian agama islam tidak ada dan sebelum kegiatan tersebut diatas dilaksanakan saya persiapkan dulu Mushollahnya, tandon air agar supaya mempermudah untuk berwudlu dll, anak anak pada jam – jam tertentu mulai dari jam 0 hingga jam ke 1bisa mengikuti kegiatan kerohanian agama islam untuk kelas 1,2, 3, sedangkan untuk kelas 4,5,6, setelah jam terakhir,”jelas Sugiyo
Lanjut Sugiyo, selain itu diselah – selah waktu ada kegiatan sholat Dhuha dan dzuhur berjamaah, dalam memberikan bimbingan, pembinaan , kerohanian agama islam saya mendatangkan seorang ustad (guru agama) dari luar sekolah yaitu dari kecamatan Bangsal Sari kabupaten Jember yang kebetulan berkeluarga di Talunori, saya undang beliaunya bersedia, tidak menutup kemungkinan SDN 03 Tunjung Rejo ini adalah satu – satunya SDN yang ada di lumajang dalam pembinaan dan pendidikan kerohanian agama islam yang mendatang guru agama dari luar sekolah, karena lokasi sekolah kami berada dipemukiman non muslim, siswapun terbagi dua antara desa Tanjung Rejo dan talunori, disamping itu, selain saya mengajarkan pendidikan umum, pendidikan agamapun saya perhatikan, kegiatan – kegiatan tersebut dilakukan setiap hari selasa, rabu, kamis, termasuk kita berupaya bagaimana caranya agar anak – anak bisa senang sekolah disini, bahkan saya membuat tandon air wudhu sendiri berkapasitas 2000 liter,”tambahnya
Sehingga Akhirnya, masyarakat sekitar termotivasi untuk menyekolahkan anaknya ke SDN 03 Tunjung Rejo ini, saya masuk pertama kali disini murid baru dapat 4 siswa, tahun berikutnya 6, berikutnya lagi 8 dan alhamdulillah tahun ini dapat 14 siswa baru.
Perlu diketahui keberhasilan seorang kepala sekolah dapat dilihat dari jumlah penerimaan siswa baru yang masuk, sedangkan jumlah siswa seluruhnya mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, hanya 53 siswa ,masyarakat sekitar memang enggan menyekolahkan anaknya ke SDN 03 Tunjung rejo ini karena di SDN 03 minim pendidikan agamanya, dan belum tampak, mereka lebih cenderung ke MI, tetapi akhir- akhir ini setelah Sugitono masuk mulai tampak kegiatan pendidikan agamanya, alhamdulillah setiap tahun pasti ada tambahan siswa baru 2 hinga 4, bahkan program lain, selain TPA, Qiro,at, hafalan al qur’an kedepan bisa diterapkan disekolah ini, program seperti tersebut diatas sebenarnya sudah disampaikan secara lisan ke dinas terkait, tetapi secara formil (resminya) memang belum pernah diajukan, hanya saja pernah mengajukan pembangunan mushollah yg berada dilingkungan sekolah dan tidak dapat direalisasikan karena pembangunan mushollah tidak termasuk dalam pengajuan dana alokasi khusus (DAK)
Disisi lain ustad Budi hariyono saat di hubungi via telpon oleh wartawan media on line dan cetak CAHAYA BARU mengungkapkan,” saya di taman pendidikan Al qur an yang ada di SDN 03 Tunjung Rejo tersebut mengajarkan kerohanian agama islam, satu minggu tiga kali sedangkan materi yang saya berikan yaitu Tartil Al qur an Qiro’at, sholawat, tarbiyah, pelajaran akhlak, kitab tahlim, serta saya alumni ponpes AIDA Bangsal Sari jember, materi tersebut saya berikan pada siswa dipagi hari awal pelajaran dan diakhir pelajaran, terkait honor (gaji) saya tidak berpikir tentang itu yang terpenting siswa – siswi dapat lebih giat dan aktif mengikuti kegiatan teresebut diatas,”tegasnya. (Bas)
