CB, Gresik – Pelaksanaan Wisuda yang diadakan di SMPN I Kedamaian berlangsung meriah, acara ini di tempatkan di halaman sekolah dan juga turut mengundang Kapolsek Kedamean, Ndan Ramil, Kepala Dinas Pendidikan dan para Wali Murid serta para guru pembimbing serta para staf yang lainnya, selasa ( 18/ 6 / 2019 ) .
Acara wisuda kali ini sebanyak 299 siswa siswi yang lulus dalam tahun ajaran 2018/ 2019 dan mencapai peringkat yang sangat memuaskan sekali sehingga dalam wisuda pada hari ini ada sebanyak sepuluh siswa siswi yang mendapatkan hadiah dari pihak sekolah karena keberhasilannya untuk membawa nama baik SMPN I Kedamean di kabupaten Gresik.
Wisuda yang sudah di gelar ini mendapatkan acungan jempol dari para wali murid serta pejabat lainnya ini memang harus di tingkatkan lagi supaya dunia pendidik di SMPN I kedamean setiap tahun mendapatkan peringkat yang sangat memuaskan lagi , dalam acara kali ini menampilkan kreasi kreasi menarik yaitu tari remo dan tari tarian yang lainnya yang di tampilkan oleh para sisiwa siswi dari kelas 7 dan kelas 8 guna memeriahkan acara wisuda yang ke XXXIV supaya menjadi kenang kenangan bagi para siswa siswi yang sudah lulus ujian.
Dalam sambutannya Mahin selaku kepala dinas pendidikan kabupaten gresik mengatakan pelaksanaan PPDB untuk dalam tahun depan akan menggunakan sistem sama zonasi seperti ini lagi, danem mungkin tidak ada lagi jadi danem 10 / 15 itu masuk di SMPN kedamean. Kalau dulu diatas 25 karena nilai untuk ujian akhir sekolah itu maksimal 30 kalau 30 terkait data yang ada di dispendik gresik SMPN I kedamean diatas 22/23 rata rata seperti itu, untuk sekarang ini demi pekerjaan yang sangat berat.
Mahin meminta tolong kepada semua dewan guru yang ada di SMPN I kedamean agar berusaha semaksimal mungkin agar anak didiknya lebih berprestasi, kalau dulu yang pintar itu siswanya tapi sekarang jangan merasa kecewa karena itu sudah merupakan tanggung jawab ya di jalani agar anak – anak kita bagaimana supaya berprestasi. Maka dari itu semua guru harus meningkatkan kompetensinya ditingkatkan profesionalnya, dalam hal mendidik dan mengajar anak – anak jangan monoton saja.
Supaya tantangan bapak ibu sekarang sangat berat mungkin bisa ditemukan setelah lulus SD ada yang membacaya kurang lancar itu merupakan tantangan bapak ibu guru, dengan adanya sistim zonasi , pemerintah ada tujuan supaya tidak ada sekolah faforit diharapkan di semua wilayah disemua daerah daerah itu anagritas bisa menyebar jangan yang pandai itu masuk negri semua tetapi menyebar di lain sekolah agar bisa memotifasi teman teman yang lainnya itu adalah dampak dari sistem seperti ini. Kalau tidak melaksanakan prosedur tersebut dana bos dinas pendidikan akan di kurangi begitu juga bantuan diklat dan dana sosial juga berpengaruh, ” ucapnya. ( sis)
