Konfercab PDIP Wishnu Sakti Diganti

CB, SURABAYA – Pergantian Pucuk Pimpinan  Whisnu Sakti Buana dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, dan digantikan oleh Adi Sutarwijono dinilai pengamat politik akan menghapus jejak histori base camp PDI Perjuangan di Pandegiling.

Hari Rabu (16/7/19), DPP kembali menggelar Konfercab lanjutan pasca pertemuan yang digelar oleh DPD, minggu kemarin. Dengan menetapkan Adi Sutarwijono menjadi Ketua DPC PDIP Kota Surabaya periode 2019-2023.

Namun, dengan digantinya Wishnu seakan menghapus sejarah politik yang telah dibangun oleh sang Ayah, Almarhum Ir. Sutjipto. Dimana, peran Sutjipto membangun partai dirintis sejak era Posko Pandegiling pada 1996 silam.

Pengamat Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Darussalam menilai, apa yang sudah dilakukan oleh Wishnu Sakti Buana selama ini sudah cukup baik.

Menyangkut soal hubungan antara Megawati Sukarnoputri dengan alm. Sutjipto, dikatakan Surokim bukan sebatas hubungan internal kader partai. Ada sejarah panjang yang melatarinya.

“Antara Bu Mega dengan Pak Tjip almarhum itu punya hubungan sejarah. Jadi saya rasa tidak mungkin bisa terhapus begitu saja,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Rabu (17/07/19).

Ia menambahkan, sikap Wishnu yang dilakukan saat ini memberikan nilai positif. Utamanya dalam menyikapi hasil Konfercab kemarin.

Wishnu dianggap sebagai kader yang berkelas. Tidak reaksioner dan mampu menenangkan barisan pendukungnya untuk tidak reaksioner.

“Terutama sikap tegak lurus terhadap partai. Ini menunjukkan Mas WS kader partai sejati,” ucap pria yang juga Dosen Komunikasi Politik.

Namun, apakah nanti Whisnu akan diberikan tempat yang lebih baik dengan melihat kesejarahan kedekatan Megawati dengan almarhum Sutjpito, menurut Rokim belum tentu juga. Karena walaupun keputusan ada di Megawati, tapi DPP PDIP juga punya wewenang untuk keputusan politik internal partai berlogo banteng moncong putih ini. (lang)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *