CB, Tanah Bumbu – Pembukaan kegiatan sosialisasi magang industri guru SMKN 2 Simpang empat dilaksanakan digedung seni budaya SMKN 2 Simpang Empat, Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Sabtu(27 juli 2019).
Pada kesempatan itu turut hadir Kepala SMKN 2 Simpang Empat yang juga Ketua MKKS SMK se Tanah Bumbu, Ribut Giyono, S.Pd, MM , perwakilan dari 6 SMK Tanah Bumbu yang diundang: SMKS Kodeco, SMKS DDI Batulicin, SMKS Teluk Kepayang, SMK Muhammadiyah Kusan Hilir, SMKS Tunas Bangsa dan SMKS Alhidayah, wakasek dan Kaprodi SMKN 2 Simpang Empat serta perwakilan dari RSUD H Andi Abdurahman Noor dan perwakilan PT Dua Samudra Perkasa(DSP).
Dua orang guru SMKN 2 Simpang Empat yang akan mengikuti magang adalah Faisal Rahman, Ns, M.Kep dan Emilda Jusmin, SE, M.Pd. Kedua guru SMKN2 Simpang Empat tersebut akan mengikuti magang selama satu bulan yaitu mulai awal Agustus hingga September 2019.
Setelah kembali magang kedua guru tersebut diharapkan dapat memberikan presentasi tentang informasi hasil dari magang yang didapat.
Kepala SMKN 2 Simpang Empat Ribut Giyono, S.Pd, MM merespon positif atas kegiatan magang guru tersebut,dikatakannya bahwa guru perlu mengikuti magang guna menghadapi persaingan global, sebagai contoh ketika PT Smart membangun pabrik ternyata dikerjakan oleh orang asing dari China karena tenaga asing lebih profesional dan terampil serta lebih efisien waktu. Karena itulah kita perlu alumni yang memiliki SDM yang mampu bersaing secara global yang profesional,kompetensi guru dan murid, ungkapnya.
Lanjutnya,ada beberapa tatanan terindikasi lemahnya sekolah vokasi yang seharusnya bermitra dengan dunia usaha dan dunia industri:
Lemahnya Sarana prasarana, lemahnya SDM guru adaptif dan guru produktif, lemahnya sistem informasi bagi guru dan murid, sekolah perlu sistem informasi terbaru.
Informasi harus cepat masuk ke lembaga pendidikan dan guru mengajar dengan sistem pembelajaran yang baru yang dimodifikasi, lemahnya sistem menejemen sekolah akan berpengaruh pada peningkatan pelayanan wakasek memerlukan pelayanan baru.(jhon)
