Orientasi, Adaptasi Dan Sosialisasi Siswa Repatriasi Angkatan V SMKN2 Simpang Empat 2019/2020

Tanah Bumbu – Kegiatan ini di laksanakan di SMKN 2 Simpang Empat, Tanah Bumbu. Kalimantan Selatan( Minggu, 4/8/2019) dengan thema ” Pulanglah Kerumah, Hai Anakku, Indonesia Tanah Airmu”.

Tema tersebut mengandung arti yang dalam bahwa negara indonesia masih memperhatikan warganya walaupun mereka lahir dinegeri orang tapi mereka tetap bangsa Indonesia. Pada kegiatan sosialisasi tersebut di hadiri perwakilan dari SMKN 2 Satui, SMKS DDI Batulicin, SMKS Kodeko dan SMKN2 Simpang Empat sebagai tuan rumah pelaksana kegiatan. Jumlah 8 SMK di wilayah kalsel yang mengakomodir siswa repatriasi Sabah-Malaysia (SIKK) adalah:

1.SMKN 1 Martapura=12 siswa

2.SMKN 1 Murung Pudak=4 orang

3.SMKN 1 Tanjung=4 orang

4.SMK 2 Marabahan=6 orang

5.SMKN1 Banjarbaru=4 orang

6. SMKN 2 Simpang Empat=10 orang

7. SMKS Kodeko=5 orang

8.SMKS DDI Batulicin=4orang

Para siswa repatriasi ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian mereka masuk pada sesi pengenalan lingkungan sekolah yang disampaikan oleh masing-masing perwakilan SMK. Dalam sambutannya, Kepala SMKN2 Simpang Empat sekaligus Jabat Ketua MKKS SMK Tanah Bumbu, Ribut Giyono, S.Pd, MM terharu dan meneteskan air mata ketika dia teringat pada tahun 2013 bertemu dengan Konsulat Jenderal Pak Supeno Said di Malaysia. Ketika itu Pak Supeno Said bercerita bahwa masih ada 50.000 anak TKI diMalaysia yang sulit lanjutkan sekolah ke SLTA dan mereka hanya bisa mengikuti sekolah paket/Cummunity Learning Centre) dimalam hari karena mereka bekerja disiang hari. Dan pada waktu itu jumlah 120 siswa dari anak-anak TKI dari SIKK Sabah yang dikirim untuk sekolah di Kaltara malah ditolak. Setelah itu dilakukan komunikasi dengan SMK Tanah Bumbu dan SMK Martapura maka 59 siswa repatriasi pun terakomodir tersebar di 8 SMK wilayah Kalsel. Lanjutnya, bahwa SMKN2 Simpang Empat sebagai pionner yang pertama kali menampung 10 orang dari SIKK Sabah ditahun 2014, 4 alumni diantaranya mendapatkan beasiswa belajar di Universitas Shanghai, dan ada yang masuk di Universitas di Indonesia ungkap Ribut Giyono.

Menurutnya ada 3 hal yang terinspirasi mengetuk hatinya untuk memulangkan anak-anak TKI belajar di Indonesia:

1.Nilai-nilai Nasionalisme dan Kebangsaan, karena mereka adalah warga negara Indonesia yang lahir diluar negeri yang tidak mengerti sejarah maupun nilai kebangsaan kita.

2. Mereka perlu mendapatkan edukasi uang layak, mengingat anak-anak TKI di Malaysia di sinyalir mendapatkan perlakuan diskriminatif, mereka sulit untuk mengenyam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

3. Sebagai implementasi Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ribut Giyono juga berpesan kepada para siswa baru repatriasi tahun pelajaran 2019/2020 yang tersebar di 3 SMK Tanah Bumbu agar mereka benar-benar belajar mengikuti semua tata tertib sekolah,“dimana bumi kita pijak di situlah langit kita junjung”, karena mereka sudah di biayai negara, jangan sampai mereka melakukan pelanggaran yang akhirnya jika ada diantaranya akan di deportasi ke Malaysia. (Jhon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *