CARUT MARUT PROGRAM PKH, LSM LIRA AKAN MELAPOR

CB, PROBOLINGGO – Dramatis program PKH di zaman new, banyak ditemukan ketimpangan sosial dalam pengelolaannya dan penerimaan. Data yang sudah tidak layak dan banyak keraguan akurasi masih dipakai oleh Dinsos dan Kementerian Sosial. Tidak melihat regulasi perkembangan ekonomi penerima PKH (Program Keluarga Harapan). Dan juga sangat monotonnya pendamping beserta petugas SLRT di setiap pos masing-masing.

Dari ketimpangan sosial dan penerima PKH membuat reaksi keras LSM Lira Probolinggo yang sangat getol mengawal program pemerintah, khususnya warga Kabupaten Probolinggo. “Ini negara sangat dirugikan dan seolah-olah pembodohan terhadap warga yang seharusnya mendapatkan PKH, bukan malah orang-orang yang bermobil mendapatkannya,” geram Samsudin selaku Bupati Lira Probolinggo.Dan hasil informasi di salah satu warga Probolinggo membuat kecemburuan sosial, ada salah satu penerima PKH yang sudah sukses perekonomiannya, diketahui sampai bisa berangkat umroh. Dimanakah pendamping dan SLRT PKH Dinsos Probolinggo?

“Kami juga menemukan double job, dua ikatan kerja yang dibayar oleh pemerintah, kenapa pendamping multi kerja begitu dibiarkan oleh Dinsos Probolinggo?,” ketus Samsudin.

Agenda LSM Lira Probolinggo, khususnya Kabupaten Probolinggo akan dijadikan sampel ketidak beresan PKH dan umumnya Jatim. Perlu di daur ulang program yang baik namun pirantinya yang banyak skema.

Dan juga menurut pemerhati sosial Marhaen, bahwa program PKH itu program baik tetapi sudah expired alias kadaluwarsa. “Dikarenakan data yang sudah usang atau data lama yang dipakai tanpa melihat peserta yang sekarang, seharusnya didata ulang sesuai dengan maju mundurnya taraf hidup seseorang, seolah-olah tutup mata asal cair beres,” keluhnya.

Dalam waktu dekat Lira Probolinggo akan membongkar carut marut PKH Probolinggo dan melaporkan ke Tipikor terkait kerugian negara.

Secara terpisah saat media ini konfirmasi di Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Achmad Arif, menepis adanya dugaan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai tidak tepat sasaran oleh Lumbung Informasi Rakyat. (Mamad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *