MIRIS KEPSEK TAK PEDULI, ORANG TUA WALI BIAYAI ANAK IKUT PASKIBRAKA UPACARA 17 AGUSTUS TINGKAT KABUPATEN

CB, SUL-TENG – Dalam dunia pendidikan dimana  orang tua yang tak banga jika anaknya berberprestasi dan terpilih jadi anggota paskibraka 17 Agustus, apalagi disamping itu  mewakili dan membawa nama baik sekolah walau baru  ke tingkat kabupaten.

sekalipun orang tua  mereka patut bersyukur karena anaknya sudah ada pencapaian yang membanggakan ,mungkin tidak sama  halnya dengan yang terjadi  di sekolah SMA Negeri 1 buko ini di Kabupaten  Banggai kepulauan Profinsi Sulawesi Tengah,  disini justru orang tua   wali m

urid yang berupaya mencarikan  solusi dana transportasi agar anak mereka bisa tergabung  dalam anggota paskibaraka,  apa lagi  sudah berlatih keras agar bisa mencapai hasil yang maksimal .

pada saat di hubungi oleh tim  wartawan kami  melalui hp . wa. berinisial [ at ] sebagai orang tua wali  murid mengungkapkan  rasa kekecewaannya kepada pihak sekolah terutama kepsek hingga mempertanyakan, pasalnya di kecamatan  lain ada sekolah  SMA.  Yang muridnya terpilih  sebagai pasukan  pengibar bendera di kabupaten kepala sekolahnya  memberikan  dukungan berupa dana  taransportasi  dan lain-lain.

apa lagi kalau membawa nama  sekolahnya   itu sendiri,  pastinya pihak sekolah dan juga kepala sekolahnya turut bangga   karena mewakili  sekolah pengibar bendera pusaka,  beda halnya dengan yang terjadi  di sekolah anak saya.  yaitu, sma . negeri 1 Buko sepeser pun tidak ada pihak sekolah

apalagi kepsek tidak ada  memberikan uang saku buat anak -anak yang tergolong  hanya  berjumlah 3 orang saja , hingga saya  berinisiatif dan berupaya untuk mencari dan menggumpulkan dana pribadi biaya transportasi  pribadi  500 ribu  karena sudah mendekati  hari .

sementara  dengan jarak yang lumayan jauh  dari kecamatan menuju Ibu kota kabupaten   dari penelusuran  tindak lanjut  tim  dilapangan setelah mengetahui bahwa kepsek telah menggundang orang tua dari wali muri tersebut  untuk datang  ke sekolanya bahwa menurut keterangan  si kepala sekolah  kepada kami sebagai orang tua  wali murid mengatakan  bahwa sekolah Cuma  bisa membiayai di saat seleksi  tapi kalau sudah terpilih. Itu sudah bukan urusan sekolah lagi  melainkan  pihak , dispora. Kabupaten dan juga bukan lagi tangung jawab  sekolah lagi melainkan kecamatan dan kabupaten

kalau yang mengenai , mengapa di sekolah lain ada uang  sakunya  itu mungkin kebijakan dari kepala sekolah mereka  (Tim/K)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *