WARGA TRITANAGAYA DIANCAM TIDAK TERIMA RASKIN

CB, PARIMO – Sungguh malang nasib warga Desa Tritanagaya Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah terancam tidak terima Beras Raskin Dari Kepala Desa, dengan sebutan ‘Bayar dulu Jempitan baru terima Raskin’, Jempitan adalah salah satu iuran yang dipungut dari warga desa untuk biaya Pendidikan kesehatan, dan lain-lain. Namun  program yang dibentuk desa dengan Sebutan ‘Jempitan’ merupakan beban yang sulit untuk warga  tidak mampu maka dari itu sebagaian warga Dusun mengeluhkan dengan kegiatan  tersebut.

Menurut Warga Dusun IV,  program Jempitan tersebut merupakan ancaman bagi mereka karena semua pengurusan menyangkut berhubugan di Desa terhambat warga harus melunasi Uang Jempitan dulu, ini termasuk adanya dugaan  pemaksaan dari Pihak Desa  contohnya pengurusan Surat-Surat jadi terhambat karena belum melunasi uang jempitan jika sudah lunasi baru boleh berurusan kata mereka.

Kamis 19/9 kemarin saat diwawancarai Kisi Selaku Kepala Dusun Membenarkan kejadian tersebut sesuai dengan pengaduan warga Dusunya,  adanya tekanan dari Kepala Desa untuk segera melunasi Jempitan Jika tidak maka Raskin tersebut tidak disalurkan. Dengan adanya tekanan tersebut warga setempat memilih berkeras untuk mengambil beras Raskin  dan mendesak Kepala Dusun agar mengambil Bagian Untuk Dusunya pada akhirinya berhasil diambil dari kantor Desa. Warga berharap kepada Dinas Terkait agar bisa memperhatikan dengan kejadian tersebut  karena bisa mempersulit keadaan pengambilan Raskin dan pengurusan Surat-surat Di Desa.

Munif menjabat Kepala Desa saat dihubungi lewat HP Membantah dengan tuduhan dari warganya ‘saya tidak pernah memang benar ‘jempitan’ yang dipungut dari warganya itu hanya segelintir orang saja yang mengadukan masalah raskin alias tidak senang dengannya .

Munif Menambahkan mengirim Pesan lewat Hp ke wartawan sebagai Berikut :

“saya jawab dengan informasi pak selama kurang lebih saya menjabat satu setengah tahun saya belum pernah mempersulit masalah surat menyurat,dan semua semenjak saya menjabat semua saya bebaskan dari biaya admistrasi…kalau toh mereka merasa masih kurang nyaman dengan pola kebijakan sistim pemerintahan saya pastilah wajar saya juga sadar itu karena itu adalah bentuk dari aral yg harus saya hadapi dengan arif agar mereka sadar bahwa hidup bermasyarakat harus Tertib,Elok,Guyub,Aman (TEGAR) ini moto kami pak.seperti yg saya jawab via telpon kemarin bahwa jimpitan tidah ada sankut pautnya dengan raskin…raskin kami salurkan sesuai dengan jatah yg ada tak pernah kami menundanya…masalah jimpitan sebelum ada raskin sudah berjalan….insya allah kami akan mengemban amanah ini dengan sebaiknya. sering saya sampaikan pada warga dalam kunjungan ke dusun atau acara hajatan atau doa tahlim … “ Moh Asri Abas(Fadri )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *