Perkembangan teknologi bukan lagi hal yang baru untuk dijadikan bahan perbincangan. Kerena perkembangan teknologi itu selalu terjadi dari tahun ke tahun. Misalnya saja, teknologi di bidang komunikasi. Pada awalnya manusia hanya dapat berhubungan atau berkomunikasi dengan orang yang ada di dekatnya saja atau di sekelilingnya saja disebabkan belum adanya alat yang bisa menghubungkan mereka jika terpisah jarak yang jauh. Sampai akhirnya dengan adanya perkembangan teknologi kita bisa berkomunikasi dengan orang yang jauh bahkan kita bisa melihat langsung orangnya walaupun kita terpisah samudera sekali pun. Hal tersebut seiring dengan pertumbuhan internet yang melaju dengan pesat pada tahun 1994.
Pada era digital, salah satu teknologi yang paling diminati adalah gadget dan yang lebih fenomena adalah sosial media dengan media gadget. Media sosial ini berkembang pesat bahkan merambah ke berbagai sendi-sendi kehidupan. Penggunanya pun tidak mengenal usia, orang dewasa, remaja, anak-anak,bahkan balita sekalipun. Sosial media menghapus batasan-batasan manusia untuk bersosialisasi, batasan ruang maupun waktu, dengan sosial media memungkinkan kita berkomunikasi dengan siapa saja dan dimanapun berada dan kapan pun yang kita inginkan, tidak peduli seberapa jauh mereka berada.
Fenomena sosial media dalam gadget bisa menimbulkan berbagai dampak. Secara umum dampak tersebut disebutkan ada dua yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya antara lain (1) infomasi lebih mudah menyebar melalui situs jaringan sosial sehingga dalam waktu yang cukup singkat setelah kejadian kita dengan mudah bisa menikmati informasi tersebut. (2) dengan media sosial kita bisa menyambung silaturahmi dengan teman lama, keluarga, teman sekolah, teman kerja dan lain-lain walaupun saling berjauhan. (3) dengan jaringan sosial media para pengguna internet dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah. (4) mempermudah berbelanja. (5) jaringan sosial bisa juga digunakan sebagai media dakwah. Adapun dampak negatif dari penggunaan media sosial antara lain (1) tindak kejahatan bisa terjadi berawal dari media sosial seperti penipuan, pembunuhan, dll. (2) media sosial bisa menimbulkan sikap mementingkan diri sendiri dan tidak sadar dengan lingkungan sekitar. (3) Susah bersosialisasi dengan orang sekitarnya. (4) sering lupa waktu dan lalai dengan pekerjaan. (5) media sosial dapat membuat anak-anak dan remaja menjadi lalai dan juga tidak bisa membagi waktu karena asik dengan dunia maya.
Dari berbagai dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan media sosial dalam gadget yang sangat mengkuatirkan adalah dampaknya terhadap anak-anak dan remaja karena pengguna media sosial bukan hanya orang dewasa tetapi semua kalangan termasuk anak-anak dan remaja. Fenomena perkembangan sosial media dalam gadget membuat para pelajar terbius dan seringkali menomorduakan proses belajar. Mereka jadi lebih banyak memegang gadgetnya daripada membaca buku. Perhatiaannya lebih tersedot pada fitur-fitur gadget yang menarik, mengupdate status di media social, berkicau di twiter, atau sekedar berkomentar di facebook. Bahkan sering ditemukan siswa yang mengantuk di ruang kelas di jam-jam pertama kegiatan pembelajaran hanya karena asik bermain handphone sampai larut malam.
Sebagai seorang guru, fenomena dari berbagai pengaruh yang ditimbulkan oleh media social terhadap anak-anak dan remaja yang sebagai besar diantara mereka berstatus pelajar maka perlu disikapi dengan bijak. Kita harus pandai-pandai mengikuti perkembangan jaman jangan sampai kebablasan atau malah ketinggalan jaman. Harus ada cara agar siswa bisa tetap bersemangat belajar dengan memanfaatkan gadget yang mereka miliki. Sebenarnya, dengan gadget bisa menjadi modal bagi guru untuk mengembangkan kreatifitasnya mengajar. Cara mengajar yang paling tepat bagi siswa di era digital ini adalah dengan mengajak siswa untuk belajar dalam dunianya,yaitu dunia digital. Gadget menjadi hal yang mudah untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Sebaiknya, guru tidak lari dari dunia siswa yang dipenuhi dengan teknologi,jika ingin tetap didengar dan diperhatikan masuklah ke dunia siswa sehingga bisa mendampingi mereka menggunakan gadget yang mereka miliki dengan bijak.
Beberapa contoh pemanfaatan media sosial gadget dalam proses pembelajaran adalah
- Dengan membuat grup di facebook yang dikendalikan oleh guru dari grup tersebut bisa berbagi informasi dan saling berinteraksi mangenai materi yang sedang diajarkan.
- Guru memberikan soal lewat twitter atau whatsapp dll dengan membatasi waktu misalnya pukul 16.00 sampai pukul 18.00
- Guru membuat sebuah blog yang memungkinkan kita sebagai guru melakukan banyak hal misalnya berbagi berita, menyimpan materi pelajaran, menyebarkan soal-soal latihan, mengajak beropini, atau mengabarkan kegiatan.
- Menganjurkan siswa untuk membuat blog pribadi dengan tujuan untuk melatih siswa menulis, menuangkan ide dan pendapat, serta mengerjakan tugas yang harus dipublikasikan melalui blog mereka.
Dari beberapa contoh pemanfaatan media sosial dalam proses pembelajaran tersebut hanya beberapa contoh saja, seorang guru bisa lebih kreatif lagi memanfaatkan media sosial dalam kegiatan pembelajaran. Tidak mesti siswa diharuskan membawa gadget mereka ke sekolah, pemanfaatan media social dalam pembelajaran bisa juga di lakukan pada saat siswa sudah di rumah masing-masing karena ada beberapa sekolah yang membuat peraturan larangan membawa gadget ke sekolah tentunya dengan berbagai pertimbangan. Walaupun siswa tidak membawa gadget mereka, metode pengajaran berbasis ICT (Informasion and Comunication Technology) masih bisa dilaksanakan. Kita bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di sekolah contohnya laboratorium bahasa yang lengkap, computer, LCD, dan koneksi internet.
Penyalahgunaan media sosial yang semakin memprihatikan bagi siswa, sudah saatnya di lawan dengan tidak hanya berupa himbauan atau larangan saja. Tapi, bagaimana dunia pendidikan melalui guru mengambil peran aktif. Janganlah kita menjadikan perkembangan teknologi menjadi sesuatu yang merugikan. Tidak ada yang salah dengan perkembangan teknologi. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana memanfaatkannya untuk sesuatu yang positif. Dengan adanya pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran diharapkan siswa lebih semangat dalam belajar dan tentunya diharapkan mampu meminimaliskan pengaruh negatif media social terutama kepada siswa.
NAMA : A. SURIANI, S.Pd.
UNIT KERJA : SMPN 5 SIMPANG EMPAT
JABATAN : GURU BAHASA INDONESIA
