Pengawas Balai Sungai III Sul-Teng Merangkap Kontraktor

CB, SULTENG – Salah Satu warga Desa Lambunu Kabupaten Parigi Moutong Profinsi Sulawesi Tengah Membongkar kedok kegiatan salah satu pengawas Balai Sungai III Wilayah Sulawesi tengah yang diduga merangkap sebagai kontraktor dari semua pekerjaan yang diawasinya.

Gara-gara tidak dibayarkan merasa dibohongi oleh Pengawas,Ismail mengadukan ke Wartawan Kedok seorang pengawasbermain sejak Tahun 2016 tentang pekerjaan Mulai Pengangkatan Gulma di DesaBolano Barat,bukan hanya itu menurut Ismail semua pekerjaan yang diawasi sampai Tahun ini dilakukan sama seperti pada Tahun 2016 merangkap menjadi kontraktor,itu pun tidak terselesaikan dengan baikdan dibenarkan warga setempat.

Di awali permasalahan pekerjaan tahun 2019 pembuatan Tanggul Sungai di Desa Sausu,Ismail membongkar dihadapan wartawan tentang Suksesnya Pengawas yang berinisial (S),Bahwa pada bulan September 2019 Pengawas(S) Balai datang ke Desa Lambunu menemuinya menawarkan sebuahpekerjaan Proyek dari Balai sungai terletak di Desa Sausu, si (S) menjelaskan dihadapan dia, Proyek yang akan dikerjakan itu adalah proyek tidak terselesaikan di tinggal oleh Kontraktor dengan menyebutkan nama yaitu Berinisial ( E ) dianggarkan sebesar Rp.65.000.000,-dan dananya sudah mengalir ke (E) sebesar Rp.30.000.000,-(Tiga Puluh juta Rupiah).

Ismail menerima kesepakatan dari Pihak Pengawas(S), dengan persetujuan sisa Anggaran sebesar Rp.30.000.000,-tersebut akan dikerjakan untuk melanjutkan pekerjaan yang tidak terselesaikan, namun sangat disayangkan (S) meminta kepada Ismail, dari sisa anggaran itu dikurangi 5 juta untuk sebuah keuntungan pribadi (S) selaku pengawas.Ternyata menurut Ismail Pengawas (S)tersebut melakukan hal sabotase terhadap dirinya, tidak sesuai dengan komitmen,bertindak sebagai kontraktor dan perjanjian Rp.25.000.000 belum sepenuhnya dibayarkan terhadap dirinya.

Akan tetapi pekerjaan sudah terselesaikan oleh ismail walaupun pekerjaan tersebut melenceng dari petunjuk tekhnis dilapangan, yang sebenarnya hanya setengah pekerjaan dilaksanakan tapi diperintahkan oleh pengawas mulai dari titik nol terang Ismail.UngkapanIsmail dengan sebutan Kalimat “kalau tidak dibayarkan sisa uang saya,maka saya akan membongkar semua kedoknya sebagai Pengawas dilapangan, Mulai dari pekerjaan di Desa Bolano Pengangkatan Gulma yang tidak terselesaikan dengan baik ‘’.

Ismail mengakui dihadapan wartawan si Pengawas tersebut ada hubungan keluarga kepadanya.Sementara ini ketika dihubungoleh wartawan lewat hp 082346724*** jawabannya nanti dibicarakan dan enggan memberikan keterangan terkait masalah tersebut hanya kepingin ketemuan hari rabu serta melarangan wartawan pergi Ke balai.(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *