CB, SULTENG – Bertempat di Hotel Santika Lantai II Kota Palu, Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah Gelar Rapat Koordinasi mengenai Peran dan Fungsi Institusi Statistik Dalam Satu Data Indonesia.
Kepala BPS Sulteng, Faisal Anwar Menjelaskan bahwa salah satu topik pembahasan diantaranya yang menyangkut mengenai data kemiskinan, Ia menyebutkan kalau kemiskinan BPS kita ini disebut dengan kemiskinan makruh dimana sebuah statistik disebut sampel karena ada beberapa kegiatan yang meredupsi meringankan cakupan, meringankan biaya, bahwa statistik itu bisa menjadi indikasi/indikator untuk kondisi makruh.
Sedangkan kemiskinan yang ada di OPD itu disebut mikro, dimana data base terpadu ada sekitar 40% Rumah Tangga yang tidak punya kemampuan, sementara kemiskinan yang ada dihitungannya BPS sekitar 20% dan ini semua mungkin perlu penjelasan tekhnis bahwa cakupan yang digunakan dalam bantuan itu 40% yang tidak mampu sementara kemiskinan itu adalah kemiskinan yang dibawah garis kemiskinan hanya sekitar 20%.
Rakor yang dijadwalkan Berlangsung selama dua hari, dimulai dari hari Rabu (30/10) Hingga Kamis (31/10) dengan Menghadirkan Bupati/Walikota Se-Provinsi Sulawesi Tengah Serta Perwakilan Bappeda/Diskominfo Kabupaten/Kota Se-Provinsi Sulawesi Tengah.(kar)
