CB, BATULICIN – Peran orang tua dalam pendidikan anak, jelas dan tegas bahwa mereka adalah pendidik yang utama dan pertama . Pertama karena merekalah yang memberikan pengajaran , pendidikan apapun itu untuk perdana kalinya untuk menjadi apa dan seperti apa . utama, karena merekalah yang memiliki tanggung jawab, kewajiban, dan kuasa untuk menjadikan anak seperti apa.
Mengandalkan hasil belajar disekolah saja tidak cukup, karena tidak sedikit anak yang belum mengerti materi yang belum dipelajari disekolah. Bukan malu bertanya, kebanyakan justru bingung ingin bertanya apa. Oleh karena itu, orang tua harus mengawasi anaknya untuk belajar dirumah. Selain karena waktu belajar dirumah lebih banyak, jika dilakukan dengan tepat belajar dirumah bisa jauh lebih kondusif dibandingkan disekolah. Namun hanya sebagian anak yang memanfaatkan waktu dirumah untuk belajar disinilah peran orang tua untuk menumbuhkan motivasi belajar anak diperlukan.,
Motivasi berasal dari kata “motif” diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu .adapun pengertian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kontemporer, adalah keinginan atau dorongan yang timbul pada diri seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan sesuatu perbuatan dengan tujuan tertentu . atau disebut juga dengan keseluruhan daya penggerak dalam diri anak yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki akan tercapai
Orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam mendidik anak-anaknya diantaranya sebagai motivator. Dalam hal ini orang tua harus senantiasa memberikan dorongan kepada anaknya agar mempunyai semangat dalam belajar, khususnya dalam belajar dirumah sebagai penunjang keberhasilan prestasi disekolah, prestasi anak akan lebih baik bila anak memiliki dorongan motivasi orang tua untuk berhasil lebih besar dalam diri anak itu. Sebab ada kecenderungan bahawa seseorang yang memiliki kecerdasan tinggi mungkin akan gagal berprestasi karena kurang adanya motivasi dari orang tua.
Prestasi belajar anak ditentukan antara lain oleh gabungan antara kecerdasan intelektual dan motivasi belajarnya . jadi motivasi merupakan hal yang penting untuk meraih prestasi, karena motivasi merupakan suatu upaya untuk menimbulkan dan meningkatkan dorongan yang menumbuhkan perilaku tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Ini berarti bahwa meskipun anak memeiliki kecerdasan intelektual yang tinggi , jika tidak diikuti dengan motivasi yang tinggi untuk mencapai prestasi belajar yang optimal sesuai dengan kecerdasan intelektualnya , maka prestasi belajarnya akan kurang memuaskan. Oleh karena itu sebuah motivasi sangat diperlukan oleh anak
Adapun Cara menumbuhkan motovasi anak
Pertama dan yang utama adalah Selalu berkomunikasi dengan anak, karena dengan komunikasi kita akan faham apa saja yang menjadi keluhan atau kesulitan apa saja yang dialami anak dalam belajar dan dengan komunikasi kita juga dapat memahami dan mengukur sejauh mana semangat anak dalam belajar,sehingga kita dapat mendiskusikan penyelesaian masalah anak bersama dengan anak tersebut, mungkin anak tersebut perlu media lain untuk belajar berupa belajar kelompok dengan kawan sekelasnya atau mungkin memerlukan guru les/ privat atau media belajar online lainnya. pertahankan selalu komunikasi yang baik dan posisikan diri menjadi sahabat terbaik anak sehingga mereka akan selalu merasa difahami dan mendapatkan dukungan dalam belajar.
Kedua, Memiliki impian. Anak yang memiliki impian akan lebih termotivasi untuk belajar dari pada anak yang tidak memiliki impian. Ini pastinya karena ada pendorong yang membuat mereka terus bertindak .impian akan mengubah kehidupan anak menjadi lebih baik dimasa depan. Jadikanlah impian menjadi sumber motivasi anak untuk belajar, jadi kita bisa memulainya dengan cara mengetahui impian atau cita cita anak. fokuskan energi dan perhatian kita untuk mengembangkan diri anak lewat impian yang didinginkan anak, bila kita fokus pada impian anak maka dengan sendirinya anak akan lebih termotivasi saat belajar
Ketiga, buat struktur belajar yang baik. Dengan mengontrol waktu belajar dan cara belajar anak . anak diajarakan untuk belajar secara rutin, tidak hanya belajar saat mendapat pekerjaan rumah dari sekolah atau akan menghadapi ulangan. Setiap hari anak anak diajarkan untuk mengulang pelajaran yang diberikan oleh guru pada hari itu. kondisikan waktu yang tepat dan tidak terlalu larut malam.serta memberikan kesempatan hak bermain untuk anak Dan berikan pengertian kapan anak akan mempunyai waktu untuk bermain.
Keempat, ciptakan suasana belajar yang nyaman dirumah . diantaranya dengan mngkondisikan ruangan yang nyaman bersih dan rapi dalam proses belajar, membimbing anak untuk menggunkan metode “ser-san” serius tapi santai dimana anak bebas belajar dengan rasa nyaman atau mungkin bisa sambil mendengarkan musik klasik untuk menstimulus kerja otak dan konsentrasi atau boleh juga dengan memberikan cemilan dan minuman agar mengurangi rasa kantuk dan bosan dalam belajar.
Kelima ,berikan pujian yang bijak sehingga anak merasa dihargai atas apa yang mereka peroleh. Misalnya anak sudah belajar setiap malam hingga ikut les (kursus) supaya bisa meraih nilai ulangan tertinggi . namun , ternyata anak hanya mendapat nilai rata-rata saja . penting bagi orang tua untuk tetap menghargai dan memuji perjuangan anak, misalnya dengan berkata “Anak mama/papa hebat sekali”, selalu semangat belajar tanpa dusuruh . tak apa-apa kalau belum jadi nomer satu besok masih ada kesempatan lagi. Sementara kalau anak lebih sering bermalas-malasan dari pada belajar dan setiap kali dingatkan justru membantah, tak perlu memuji berlebihan jika saat ulangan anak dapat nilai rata-rata. Meskipun hasilnya lumayan, ia tidak menunjukkan perjuangan yang cukup mengagumkan untuk dipuji. Kalau terbiasa memuji hal-hal seperti ini, anak justru merasa tinggi hati dan menyepelekan tanggung jawab serta kewajibannya. Namun juga yang terpenting ingatkan agar anak bisa bersyukur dan tidak sombong atas apa yang ia peroleh.
Oleh : SUMIYATI,S.Pd.I
