CB, Lumajang – Jelang Pemilihan Kepala Desa serentak yang salah satunya juga digelar didesa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun, hingga saat ini semua berjalan kondusif, namun dini hari tadi sekitar pukul 02.30 terjadi kebakaran di sebuah rumah milik H. Sukarto (80 thn) RT 09 RW 01 Dusun Krajan Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun, tidak tau pasti apa penyebab kebakaran tersebut, satu korban meninggal dunia atas nama H.Sukarto sedangkan rumah dan kandang sapi ludes dilalap si jago merah.
Informasi yang berhasil kami himpun dari beberapa warga sekitar bahwa H. Sukarto tinggal dirumah tersebut sebatang kara, dan belakangan ini jarang keluar karena yang bersangkutan sakit – sakitan.
Berdasarkan informasi Duljalil ketua RT 10 bahwa kondisi H sukarto dalam keadaan sakit demam dan tinggal sendirian dan didalam kamar korban tidak ada lampu listrik sehingga korban memang memakai lampu minyak templek yang diperkirakan sebagai penyebab terjadinya kebakaran,
“kondisi korban tertimbun reruntuhan kayu dan ikut terbakar, sementara itu korban sudah dievakuasi dari dalam timbunan kebakaran oleh warga dan Satgas Keamanan Desa (SKD) serta tim BPBD Lumajang.” Ujar Duljalil
Sementara itu pihak Polsek Yosowilangun melalui Kanit Reskrimnya memastikan bahwa kebakaran rumah warga di desa Wotgalih ini murni dari percikan api lampu templek dan tidak ada kaitanya dengan Pilkades yang akan dilaksanakan hari ini.
“Kejadian ini murni kecelakaan yang terjadi akibat lampu templek, tidak ada kaitannya dengan Pilkades yang akan digelar hari ini dan untuk situasi Pilkades di desa Wotgalih tetap kondusif.” Tulis Babinkamtibmas Polsek Yosowilangun Brigadir Bima esa yusanta, melalui via whatsApp serta dilakukan evakuasi korban oleh tim BPBD serta sanak keluarganya untuk dipindah ke rumah saudaranya yang tidak jauh dari rumah korban.
Dengan kejadian ini yang bisa diselamatkan adalah 1 yunit sepeda motor miliknya dan isi rumah yang lain yang ikut terbakar adalah TV serta Deasel air dan perabotan rumah tangga kerugian ditafsir sekitar 90 juta menurut Pelda Guntur selaku babinsa wotgalih ketika tim media lakukan investigasi dilokasi kejadian perkara, barang bukti hanya tinggal puing puing rumah serta dapur belakang dan mushollah yang bisa terselamatkan,”(Hardy)
