IATPI Jatim Gelar Konggres Daerah

CB, SURABAYA – Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) Provinsi Jawa Timur menggelar Konggres Daerah. Acara yang berlangsung ,diruang Fakultas Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, (ITS), Sukolilo Surabaya,Kamis,(19/12)

dikuti, sedikitnya 50 peserta dari berbagai unsur diantaranya ,Dosen, Birokrat, konsultan dan Praktisi yang tergabung sebagai anggota IATPI Jawa Timur. Sebelum Konggres dimulai, ditempat yang sama juga diadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) sesuai dengan PERLEM 07 Tahun 2017 bagi penyelenggara dan pemegang SKA dalam rangka meningkatkan kompetensi. Konggres Daerah yang dibuka oleh Ketua IATPI Jawa Timur Prof.Ir.Joni Hermana,M.Sc,Es,PhD yang didampingi oleh Wakil Ketua Ir.Zainal Arifin,MT., tersebut membahas berbagai persoalan terkait air bersih, pengelolaan sampah dan lingkungan selain itu juga menentukan program kerja IATPI jawa timur kedepan.

Sementara itu disela-sela acara konggres Ketua Penyelenggara Susi A.Wilujeng,ST,MT kepada media online dan cetak Cahaya Baru menjelaskan, konggres daerah IATPI (Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia) Provinsi Jawa Timur adalah Asosiasi Profesi untuk alumni teknik lingkungan yang ada di seluruh Indonesia untuk kompetensi air bersih, pengelolaan sampah, managemen lingkungan.

Saat ini IATPI Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Departemen Teknik Lingkungan ITS dan LPJK Jawa Timur. Ditambahkan, Susi yang juga menjabat Sekertaris IATPI Provinsi Jatim, peserta yang mengikuti konggres anggotanya ada 50 orang dan sebelum konggres tadi ada bimbingan teknis (Bimtek), untuk meningkatkan kemampuan dari seluruh anggota IATPI yang ada di Provinsi Jawa Timur pesertanya sekitar 60 orang dari mulai, konsultan,dosen, praktisi, birokrat. Pengurus IATPI ini kan baru dikukuhkan bulan Nopember 2019 lalu, sampai dengan 2022. ” Pada konggres ini, menyusun program kerja dan yang utama adalah meningkatkan kapasitas masing-masing anggota asosiasi profesi selain itu pengembangan kemampuan mereka dalam kompetensi pengelolaan lingkungan, air bersih, sampah dan managemen lingkungan.” Jelas Susi A.Wilujeng,ST,MT yang juga dosen ITS tersebut.(ncs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *