CB, Surabaya – Bacawali kota Surabaya Untung Surapati silaturahmi dan sambang warga diwilayah Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal Surabaya. Dalam silaturahmi tersebut, bacawali yang maju melalui Partai PDIP memberikan bantuan kepada warga sebuah kursi roda diwilayah Kecamatan Pakal Surabaya, Selasa (18/2/2020).
Sementara profile dari Bacawali kota Surabaya ini sebelumnya adalah, Laksamana Muda TNI (Purn) Untung Surapati, lahir di Purbalingga Jateng 19 Desember 1958 yang kini berusia 62 tahun, adalah seorang Purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Laut, dan lulusan AAL (Akademi Angkatan Laut) Angkatan 29 tahun 1984 dari Korps Pelaut (Penerbang).
Terakhir kali berdinas di Militer, menjabat Tenaga Pengkaji Bidang Sismennas Lemhanas RI. Ia merupakan perwira berkualifikasi penerbang helikopter TNI AL (Puspenerbal), jabatan yang pernah diembannya, diantaranya, Komandan Flight I Skwadron 400 Satudarmatim, Komandan Skwadron 400 Satudarmatim, Komandan Lanudal Kupang, Komandan Satudarma Koarmabar, Komandan Wing Udara Koarmatim, Komandan Lanudal Juanda Surabaya, Kepala Operasi Pengajaran AAL, Wadan Puspenerbal, Komandan Pusdikma Kodiklat Mabes TNI, Kadispenal (Kepala Dinas Penerangan) TNI AL.
Sementara tanda jasa yang diperolehnya selama pengabdian di TNI AL, diantaranya, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun, Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun, Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun, Satya Lencana Dwidya Sistha, Satya Lencana Kebaktian Sosial dan Satya Lencana Dharma Nusa.
Dirinya ingin maju menjadi Bacawali Surabaya, tak lain adalah bertujuan guna memakmurkan masyarakat kota Surabaya, khususnya warga paling bawah diwilayah pinggiran. Saat ditemui Cahaya Baru , pihaknya juga mengaku bahwa motivasi mencalonkan diri, tak lain yang intinya jika nantinya bisa terpilih menjadi walikota ingin melakukan suatu perubahan di kota Surabaya ini. Menurutnya, memang betul apa yang sudah dilakukan oleh seorang ibu Risma selama sepuluh tahun di masa pemerintahannya, dan juga harus diakui bahwa beliau sudah menorehkan banyak prestasi dan masyarakat sudah sangat merasakan manfaatnya.
Akan tetapi tentu sebagai sebuah kota metropolitan atau kota besar, tentunya masih ada hal hal yang oleh beliau belum tersentuh. Untuk itu, kewajiban kita semua sebagai penerus seorang ibu Risma nantinya harus lebih menyempurnakan apa yang sudah dicapai pada periode sebelumnya.
“Salah satunya yaitu konsep Surabaya sebagai kota Maritim, kota maritim itu sesungguhnya kalau kita mengacu kepada sejarah bahwa proses penyatuan nusantara, bermula zaman dahulu kala dari jaman kerajaan Singosari dan Majapahit, yang kemudian sekarang atau hari ini bernama NKRI itu dari Surabaya,” ungkap Untung.
Masih Untung, dari sinilah dimulai, jadi penyatuan nusantara itu tidak berada di tempat lain. Melainkan hanya Surabaya ini, itu fakta sejarah yang harus harus kita ingat. Sehingga karena kita semua generasi harus melihat itu sebagai spirit, membangun Surabaya dalam hal ini Surabaya sebagai kota maritim.
“Untuk itu implementasinya Surabaya sebagai pemain, yaitu bahwa semua yang dimensi air atau berkorelasi dengan air. Baik itu didalam bentuk selokan, sungai, busem, pantai dan laut, itu harus bener bener bersih dan indah. Jadi ketika kita bicara Surabaya kota pahlawan itu belum cukup menurut saya, kalau hanya bersih dan indah tamannya dan juga lingkungan,” ujar mantan Kadispenal ini.
Untung Suropati juga mengatakan, bahwa pihaknya maju sebagai Bacawali dengan diusung oleh satu satunya partai, yaitu partai PDI Perjuangan, yang mana PDI Perjuangan adalah partainya wong cilik. Sehingga tentu sudah menjadi bagian dari komitmen saya dan bagian dari janji saya. Seandainya nanti saya bener bener terpilih jadi Walikota Surabaya, maka nasibnya wong cilik ini akan menjadi prioritas paling utama. Harapan kedepannya saya tidak mau yang namanya Surabaya walaupun selama ini saya lihat sudah ditangani baik, tadi kita dengar bersama cita cita dari para sesepuh disini, yaitu saya tidak mau ada lagi yang namanya orang miskin, terus ada orang sakit tapi mau berobat ndak punya uang, atau mungkin orang sekolah tapi ndak bisa mengambil ijazah.
“Hal itu sudah ndak boleh lagi terjadi di kota Surabaya, jadi intinya bahwa seluruh warga masyarakat Surabaya dari berbagai lapisan apapun belakangnya itu, semuanya harus hidup tentram, damai, rukun dan sejahtera. Jika memang ada, tindakan seperti itu salah satunya kata kunci itu adalah pemerintahan yang bersih dan berwibawa, ketika nanti saya dipilih otomatis nanti para pamong praja, para pejabat pemkot itu harus betul betul orang yang tulus dan bebas korupsi,” tegasnya.
Salah satu antisipasi untuk menangani korupsi, kata Untung, nanti akan saya rencanakan menggunakan teknologi yang namanya teknologi block, jadi saya bisa menekan semaksimal mungkin agar angka korupsi itu bisa betul betul ditekan, agar bisa lebih hemat biaya itu semua nanti akan disalurkan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, walikota pada umumnya itu cenderung hanya bicara bagaimana kota Surabaya dibangun dari perspektif internal artinya Surabaya masih ndak mau melihat keluar, kalau saya inginnya agak berbeda karena membangun kota pada dasarnya bukan hanya membangun bagaimana dalemnya, tapi bangun juga luarnya jadi kalau dalam bahasa akademik itu biasanya pada strategic level.
Kembali kepada yang saya sebut tadi kota maritim, jadi kalau kita melihat Surabaya dibangun dari perspektif strategic level berarti ingat, bahwa Surabaya itu adalah merupakan salah satu kota pelabuhan utama di nusantara sejak jaman dahulu kala, tapi yang terjadi hari ini kita belum punya satu alur pelayaran yang bisa dilalui oleh kapal kapal dengan bobot mati di atas 90.000 ton.
“Sehingga saya punya mimpi nanti, yang mana tentunya harus kerjasama dengan pemprov, pemerintah pusat, agar yang namanya Selat Madura nanti sebagai alur pelayaran timur Surabaya atau disingkat APBS itu digali lebih dalam dan diperlebar, sehingga kapal kapal dengan bobot mati di atas 90.000 ton atau setara dengan induk, kapal twisters atau kapal pesiar kelas dunia bisa masuk berlabuh, merapat di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya jadi ini persoalan prestise sebagai sebuah kota pelabuhan utama dari jaman dulu,” pungkas mantan Komandan Lanudal Juanda Surabaya ini.
Diakhir silaturahminya dan sambang warga, Bacawali Untung Suropati memberikan bantuan sebuah kursi roda kepada Bambang Sutejo Laksono, warga Perum Pondok Benowo Indah, Kel. Babat Jerawat, Kecamatan Pakal Surabaya . ( sis )
