CB, Tanah Bumbu – Meningkatnya harga gula pasir di pasaran disinyalir telah menjadi sorotan dimasyarakat, khususnya bagi warga yang tidak mampu. Sebagai contoh di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, harga gula sudah tiga kali mengalami kenaikan. Sehingga membuat masyarakat semakin gelisah atas kenaikan harga tersebut.
Dari hasil pantauan media ini terhadap salah satu pemilik kios, diduga kenaikan harga ini merupakan permainan pedagang yang sengaja menyimpan stok atau menimbun, dan menaikan harga gula secara tidak wajar.
Pemilik kios tersebut curiga ada permainan perdagangan, ia pun harap pemerintah atau pihak terkait menyelidikinya, sehingga harga bisa dikembalikan seperti semula,” ungkap sumber tadi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdangangan dan Industri Kabupaten Tanah Bumbu, H Deny Haryanto kepada media ini(9/03/20) tidak menampik adanya kenaikan gula pasir. Menurutnya kenaikan itu juga terjadi di sejumlah daerah lain.
Dari laporan Disdagri Tanbu, harga gula di Pasar Simpang Empat adalah Rp16.500 s/d Rp17.000 per kilogram dan per karungnya hari ini di distributor Rp797.000 atau Rp15.940 per kilogram.
Lanjutnya, bahwa harga pun berangsur turun dari Rp820.000 per karung atau Rp16.400 kilogram pada minggu lalu, tegas H Deny.
Selain itu, H Deny Haryanto juga menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan sidak pada 5 dan 6 Maret kemarin, untuk memberikan imbauan kepada para pedagang untuk menjual barangnya dengan harga yang wajar.
Kepada para pedagang, pihaknya akan melakukan tindakan hukum apabila didapati melakukan penimbunan barang untuk mencari keuntungan dalam kesempatan. (Jhon)
