MENERAPKAN METODE QUANTUM TEACHING DALAM UPAYA MENGHIDUPKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Jika kita menengok kondisi saat ini, sepertinya sekolah masih dianggap suatu aktifitas yang mengasyikkan justru terjadi di luar jam pelajaran, tetapi bila di dalam kelas siswa merasa terbebani. Hal ini tampak dari situasi yang sering kita temui di lingkungan sekolah. Contohnya jika ada pengumuman pulang lebih awal karena ada rapat mereka atau siswa akan sorak-sorai kegirangan, tampak pula jika jam-jam istirahat siswa terlihat lebih semangat ketimbang di dalam kelas mereka akan mengantuk.

Menyikapi hal tersebut dan seiring perkembangan jaman, dunia pendidikan juga memerlukan berbagai inovasi. Hal ini penting dilakukan untuk kemajuan kualitas pendidikan, tidak hanya pada tataran teori tapi sudah bisa diarahkan kepada hal yang bersifat faksis.

Kita sebagai guru memiliki peranan penting dalam memajukan kualitas pendidikan. Seorang guru selalu punya keinginan untuk dapat secara maksimal menyampaikan materi pelajaran. Mungkin beberapa metode pengajaran sudah kita terapkan. Untuk sebuah solusi mungkin belajar yang menyenangkan dari Bobbi De Porter (Penulis Buku Best Seller Quantum Learning dan Quantum Teaching) bisa dijadikan rujukan. Metode belajar ini diadopsi dari beberapa teori. Antara lain sugesti, teori otak kanan dan kiri,teoriotak triune, pilihan modalitas (Visual, auditorial, dan kinestetik) dan pendidikan holistik.

Salah satu metode belajar dari Porter adalah Metode Quantum Teaching. Metode Quantum Teaching adalah penggubahan belajar yang meriah dengan segala nuansanya ciptaan Bobbi De Porter. Quantum Teaching berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas. Asas utama dari metode ini yaitu Bawalah dunia mereka ke dalam dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka. Mengacu pada asas tersebut maka metode ini menyarankan untuk guru memasuki dunia siswanya terlebih dahulu. Artinya, Bapak/Ibu guru harus mengawali proses belajar-mengajar di kelas dengan membangun relasi bersama siswa.

Porter (2000:3) menyatakan bahwa, “Quantum Teaching menunjukkan kepada Anda menjadi guru yang baik. Metode Quantum Teaching cara-cara yang baru yang memudahkan proses belajar lewat pemanduan unsure seni dan pencapaian-pencapaian yang terarah, apapun mata pelajaran yang Anda ajarkan. Dan dengan menggunakan Metode Quantum Teaching Anda dapat menggabungkan keistimewaan-keistimewaan belajar menuju bentuk perencanaan pelajaran melejitkan prestasi siswa”

Kerangka pembelajaran Quantum Teaching dikenal sebagai TANDUR dengan kata Tumbuhkan, Alami, Namai, Demontrasikan, Ulangi dan Rayakan. Diharapkan kerangka ini dapat membuat siswa menjadi tertarik dan berminat pada suatu pelajaran dan dapat juga memastikan siswa mengalami pembelajaran, berlatih, menjadikan isi pelajaran nyata bagi siswa itu sendiri, dan mencapai sukses.

Kerangkan pembelajaran Quantum Teaching adalah sebagai berikut:

1. Tumbuhkan

Guru membuat pertanyaan tentang kemampuan siswa dengan memanfaatkan pengalaman siswa dan mencari tanggapan, manfaatkan serta komitme siswa. Guru membuat strategi dengan melakukan aplikasi ataupun cerita tentang pelajaran yang bersangkutan.

2. Alami

Guru memanfaatkan pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa. Selain itu tahap ini juga untuk mengembangkan keingintahuan siswa. Tahap ini bisa dilakukan dengan mengadakan pengamatan.

3. Namai

Pemberian nama (simbol-simbol) ataupun identitas dan mendefenisikan suatu pertanyaan. Guru mengajarkan konsep, keterampilan berpikir, dan strategi belajar dengan menggunakan gambar, warna, alat bantu, kertas atau alat yang lainnya. Siswa dapat mengetahui informasi, fakta, rumus, pemikiran, tempat, dan sebagainya berdasarkan pengalaman agar pengetahuan tersebut berarti.

4. Demonstrasikan

Guru memberi peluang untuk menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan siswa ke dalam pembelajaran yang lain dan ke dalam kehidupannya. Siswa dapat memperagakan atau mengaplikasikan tingkat kecakapannya denagn pelajaran.

5. Ulangi

Guru mengulangi hal-hal yang kurang jelas bagi siswa. Siswa dapat dengan mudah memahami dan mengetahui pelajaran tersebut. Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengajarkan pengetahuan kepada siswa yang lain.

6. Rayakan

Mengadakan perayaaan bagi siswa akan mendorong siswa memperkuat rasa tanggung jawab dan mengamati proses belajar sendiri. Perayaan tersebut akan mengajarkan siswa mengenai motivasi belajar, kesuksesan, langkah menuju kemenangan. Pujian yang didapatkan akan mendorong siswa agar tetap dalam keadaan bersemangat dalam proses belajar mengajar.

Hampir seluruhnya jika siswa mencapai sesuatu dalam pembelajaran, siswa hanya melanjutkan kegiatan selanjutnya, tanpa menciptakan daya pendorong untuk mengulangi keberhasilan itu. Dengan perayaan kita bisa menumbuhkan bibit kesuksesan. Perayaan tersebut dapat dilakukan dengan tepuk tangan, pujian dan memberi penilaian.

NAMA                    : A. SURIANI, S.Pd.

UNIT KERJA          : SMPN 5 SIMPANG EMPAT

JABATAN               : GURU BAHASA INDONESIA

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *