CB, LUMAJANG – Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang terjadi dalam dugaan kasus pencurian tambak udang milik perusahaan PT Bumi Subur di Dusun Meleman Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, yang sudah ditangani Polres Lumajang dalam tahapan penyelidikan, ternyata kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh para oknum yang salah satunya adalah seorang oknum DPRD Kabupaten Lumajang untuk melakukan pemerasan kepada sejumlah saksi dengan modus agar mau melakukan pembayaran sejumlah uang agar kasus yang sudah ditangai Polres Lumajang aman dan tidak dilanjut.
“Pokoknya kami saat itu ditakut-takuti kalau tidak mau membayar sejumlah uang, tapi kalau mau bayar kasusnya aman”,Ujar Rofiq salah seorang korban pemerasan oknum yang diamini oleh Aman, Senin (8/6/2020), saat melaporkan kejadian pemerasan tersebut ke Mapolres Lumajang.
Rofiq dalam kasus dugaan pencurian tambak udang milik PT Bumi Subur yang berstatus sebagai saksi harus membayar uang sebesar Rp 30 juta kepada oknum Makelar Kasus (Markus), diceritakan pula, bahwa saksi lain Aman juga mendapat tekanan yang sama agar melakukan pembayaran sejumlah uang jika mau aman, dirinya harus membayar dengan total Rp 20 juta, hal serupa, masih menurut Rofiq, rekannya yang bernama Rudi juga bernasib sama harus membayar uang sebesar Rp 15 juta melalui transfer kepada Markus Oknum Anggota DPRD Lumajang yang berinisial TR.
“Kedatangan kami ke Polres Lumajang ini, untuk melaporkan atas pemerasan yang dilakukan oleh Oknum-Oknum Markus yang salah satu pelakunya adalah oknum anggota DPRD aktif”,Tegasnya. Senin (8/6/2020).
Setelah melaporkan keruang SPKT Polres Lumajang para korban pemerasan ini diarahkan keruang Pidana Umum (Pidum) Polres Lumajang, setelah menunggu beberapa saat dikantin para pelapor korban pemerasan ini di persilahkan masuk keruang Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Lumajang karena ruang Pidum sedang dipergunakan menangani kasus perkara lain.
“Laporan kami sudah diterima oleh penyidik, dan besok kami kembali lagi melengkapi berkas-berkas penunjang atas terjadi kasus pemerasan yang dilakukan oleh para Markus tersebut”,Pungkasnya.laporan reporter,(Ran/Tim)
