Gubernur Khofifah Beri BLT DD dan Ratusan Sembako Pada Warga Miskin

Bupati: Semoga Ekonomi di Tulungagung Segera Pulih
CB, TULUNGAGUNG – Guburnur Jawa Timur,  Khofifah Indar Parawansa,  Minggu (13/09),  melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Tulungagung. Dalam kunjungannya yang didampingi langsung Sekda Prov Prof. Ir. Heru Tjahjono, Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM dan  rombongannya itu mendapat sambutan hangat dari warga.
Kunker Gubernur Khofifah dengan start Pendopo Kabupaten Tulungagung Kongas Arum Kusumoning Bonso dengan gowes bareng,  yakni kisaran 9 titik yang menjadi agenda kunjungannya. Sedangkan tmpat-tempat yang dikunjungi gubernur adalah Radio Liur FM,  Pasar Ngemplak, Pasar Kliwon,  Batik Gajah Mada Kalangbret,  BumdesMa Sendang,  KUD Tani Wilis,  sentral susu sapi perah Sendang,  Pantai Gemah serta Pantai Klatak.
Dalam kunkernya itu,  Khofifah memberi Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD dan ratusan sembako kepada warga miskin. Diharapkan,  bantuan itu bisa membantu meringankan beban warga dimasa pendimi civid yang masih berlangsung ini. Selain BLT DD dan ratusan sembako,  gubernur juga membagi-bagikan ribuan masker. ”Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan mampu meringankan beban warga,” kata Gubernur Khofifah.
Disinggung soal Covid-19,  Gubernur Khofifah mengatakan kalau di Jawa Timur sudah punya pengalaman melakukan pembatasan sosial berskala mikro.   Sehingga,  hal-hal yang memungkinkan harus melakukan isolasi secara terbatas,  itu sudah lakukannya.
”Dulu di Kabupaten Magetan,  kita melakukan pembatasan sosial berskala mikro dan Alhamdulillah sukses dan di Sidoarjo lapas porong juga begitu,” jelasnya
Kordinasi dengan kamnil Kumhan dan Kalapas porong,  lanjut Khofifah,  juga sepakat melakukan pembatasan sosial berskala mikro, karantina lokal dan lockdown lokal. ”Alhamdulillah di Banyuwangi tadi malam (kemarin, red) terkonfirmasi dari jumlah yang cukup signifikan yang terkonfirmasi positif,  mereka sudah selesai karantina per tadi malam.  Semuanya sudah sehat dan itu juga formatnya adalah PSBM,” jelasnya.
Masih kata Khofifah,  PSBM adalah kekuatan yang sudah dimiliki oleh Jawa Timur,  khususnya di Kabupaten Tulungagung memiliki Kamampung Tangguh.  Dengan demikian,   akan bisa menjadi ruang dimana mereka melakukan kontrol, monitoring, edukasi serta  sosialisasi. Dan, bila terjadi proses mutasi lokal atau transfusi lokal,  maka kampung tangguh akan memiliki sistem yang bisa mengendalikan agar tidak tertularnya keluarga, tetangga mauphn orang lain.
”Perlu dicatat, angka kesembuhan di Jatim capai  97, 08 persen, dan ini berita baik.  Akan tetapi, kita harus tetap waspada bahwa penyebaran Covid-19 ini belum berhenti,'” kata Gubernur Khofifah.
Sementara itu,  Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM mengatakan kalau kunjungan Gubernur Khofifah ke Kabupaten Tulungagung ini masih dalam suasana Pendemi Covid-19. Tentunya,  butuh adanya suatu pembinaan dan stimulasi, bagaimana agar segera boleh menuju New Normal,  baik itu krisis kesehatan, menangani kesehatan yang representasif.  Dengan begitu,  regulasi ekonomi bisa membantu,  khususnya UKM maupun UMKM di Tulungagung bisa bergerak,  yakni ekonomi masyarakat Tulungagung segera pulih kembali.
”Rangkaiannya kita awali dari permasyarakatan sosialisasi edukasi untuk memutus matai rantai.  Satu-satunya harus betul-betul disiplin protokol kesehatan,” ujar Bupati Maryoto.
Dengan diberinya pembekalan 39 Relawan Covid-19 di oendopo beberapa hari lalu,  lanjut bupati, akan berusaha optimal membantu pemerintah dalam penanganan covid tersebut. Mereka,  para relawan,  akan mengkomunikasikan agar penintas ini bisa ikut publikasi. Sebab, laster keluarga  biasanya memandang enak alias meremehkan hal yang membahayakan.
”Misalnya,  saat di swab reaktif dan itu tanda-tanda jelas,  biasanya masyarakat meremehkan dan dengan mengambil sikap karantina mandiri atau di rumah,” paparnya.
Yang bahaya,  imbuh bupati,  bila warga yang hasil swab reaktif itu rumahnya tidak besar dan kamar mandi pun hanya satu,  ini yang sangat membahayakan.  Dan untuk mengantisipasi yang apabila reaktif dan petugas pun harus mengarahkannya di tempat karantina yang sudah disediakan pemerintah, yakni di Rusunawa IAIN setempat. ”Semoga dengan bahayanya Covid-19 ini masyarakat memiliki rasa kesadaran tinggi,” harap Bupati Maryoto.(Aha/rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *