CB, TULUNGAGUNG – Lagi, berkisar seribu lebih mahasiswa di Kabupaten Tulungagung kembali melakukan aksi demo di depan gedung DPRD Tulungagung, Senin (12/10). Mereka yang tergabung dari mahasiswa PMII, GMNI dan HMI ini menuntut kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mencabut UU Cipta Kerja atau Omnibuslaw yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
Aksi damai para mahasiswa ini, menganggap UU Cipta Kerja yang dengan dalih mendorong pemulihan ekonomi nasional dan membawa Indonesia memasuki era baru perekonomian global, DPR dan Pemerintah dianggap telah memfasilitasi kepentingan permainan ekonomi orang, yang berkuasa dan berkepentingan yang dilegalkan dalam UU Cipta Kerja belaka.
Bahkan, setelah dibacanya UU Cipta Kerja tersebut, kata-kata didalam RUU itu dianggap mbulet. Untuk itu, mereka para mahasiswa ini memiliki kewajiban menyikapi tatkala ada sesuatu yang dianggapnya janggal dan memberatkan rakyat.
Disisi lain, dalam orasinya para aksi damai para mahasiswa ini menganggap proses pembuatan RUU Cipta Kerja ini seharusnya dilakukan dengan para pekerja untuk menyerap aspirasi pihak kerja. Dengan demikian, proses pembuatan UU Cipta Kerja dianggap telah melanggar prinsip kedaulantan rakyat.
Namun, aksi para mahasisa yang ingin ditemuinya langsung Ketua DPRD Tulungagung tak membuahkan hasil alias Ketua DPR tak kunjung keluar dan hanya ditemui oleh tiga wakil ketuanya saja. Karena Ketua DPR tak kunjung keluar, mereka para aksi demo ini melampiaskan kekesalannya dengan membakar ban bekas di depan gedung DPR. Usai melakukan aksinya itu, mereka sebagian mahasiswa ini menyempatkan aksi orasinya didepan Pendopo Kongas Arum Kusumoning Bongso. Dan, usai melakukan aksinya didepan pendopo itu, mereka para mahasiswa ini langsung membubarkan diri dan tanpa ada tindakan yang anarkis.
”Mereka saat pilkada dan pileg mereka mengemis kepara rakyat. Tapi, saat rakyat membutuhkan malah justru mereka menghilang,”kata mahasiswa saat orasi dalam aksi damainya itu.
Bahkan, lanjutnya, mereka para DPR telah menikmati singgasananya dan para investor bermandikan harta kekayaan, namun justru sebaliknya rakyat malah jadi tumbal pemerintah.
”Walaupun kita beda warna dan beda rumah akan tetapi tujuan kita satu untuk memperjuangkan hak rakyat. Hari ini kita belum berhasil ditemui yang terhormat Ketua DPR, besuk kita akan kembali dan akan membawa massa yang lebih besar lagi,”kata para aksi damai ini dengan nada penuh semangat.(rul)
