CB, GRESIK – Berbeda dengan figur pejabat tinggi desa yang satu ini, sumbu pendek saat berfikir mengenai untung / rugi, ataukah sudah terbiasa dengan sikap lebih mengorbankan kepentingan pribadinya demi meraih kemuliaan hidup ?
Ataukah motif dasar kemaslahatan, belum lagi tanggung jawab dasar bagi empunya almamater kampus, menyandang gelar Strata 1 jurusan pendidikan agama (S.Ag). Turut serta mencerdaskan kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara dalam bingkai moralitas (akhlak), apakah dapat menjadi indikasi akan terpenuhinya kewajiban-kewajiban tersebut melalui realisasi visi-misinya sebagai kepala desa dengan waktu yang tertentu saat ini ?
Untuk yang kesekian kalinya artikel berita dari Desa Prupuh kecamatan Panceng kabupaten Gresik, dirangkum dalam satu karya jurnalistik (feature) oleh awak media cetak & online Cahaya Baru, hasil olah catatan dari pernyataan dan cerita Mushollin, S.Ag selaku kepala desa.
Mushollin, S.Ag, pejabat tinggi Desa Prupuh, alumnus perguruan tinggi di universitas Muhammadiyah Gresik, mencoba berentitas figur dedikasi melalui raihan hasil kinerja personal maupun kerja team (Pemdes) dalam bidang pembangunan fisik desa (Insfratruktur) maupun nonfisik (pemberdayaan) dengan kurun waktu dua berjalan masa jabatannya saat ini.
Lazim, Prupuh berpredikat desa syarat prestasi saat ini, Mushollin, S.Ag selain malang melintang dengan asam garamnya sebagai insan birokrat semenjak 20 tahun lalu dan telah bergelar aparatur sipil negara.
Sejarah mencatat sebagai karya prasasti dari Mushollin, S.Ag atas ide dan keberhasilannya membangun pendopo Desa Prupuh tanpa tiang tengah sebagai penyangga. Alokasi anggaran dana yang tidak memenuhi kebutuhan, belum lagi pesimisme dari berbagai kalangan tentunya sangat menguras tenaga dan pikiran, namun niat untuk berkarya bagi desa dengan keyakinan yang sungguh-sungguh pada akhirnya pembangunan dapat terlaksana, ungkap Mushollin, S.Ag sebagai sekretaris desa pada saat itu.
Autis, rela bercucuran keringat kesana kemari dalam melangsungkan setiap kegiatan atau program desa yang telah terencana maupun program daerah melalui penunjukan. Meski tidak semua desa yang mampu atau sanggup melaksanakannya, tetap akan saya laksanakan program kegiatan tersebut, walaupun harus merogoh kocek sendiri guna menutupi beaya anggaran dananya apabila kurang memenuhi, tersungging senyuman tipis dari bibir Kades Mushollin, S.Ag, entah dari mana saya harus memperolehnya, ucapnya.
Program lomba desa, Desa Prupuh mampu meraih prestasi sampai ketingkat nasional, bukan hadiah dari setiap kegiatan lomba yang dapat memuaskan cara kerja saya dan team, namun tidak menjadi sia-sianya setiap aktifitas kita, sebagai ekspektasinya adalah raihan tersebut dapat pula menjadi sebuah prestasi ibadah, ungkap Kades Mushollin, S.Ag pria parubaya yang berprinsip mentradisikan agama adalah cara mudah dalam melangsungkan segala hal.
Selasa (8/12/2020), berada dilokasi kegiatan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), alokasi anggaran dananya hanya sekitar Rp. 70juta, bersumber dari Bantuan Khusus (BK), Mushollin, S.Ag menuturkan bahwa beberapa waktu lalu pemerintah Desa Prupuh telah dikunjungi oleh team Monitoring dan Evaluasi (Monev) pemerintah kabupaten untuk mengecek langsung kondisi dilapangan.
Tidak banyak kata yang terlontar dari team Monev saat melihat langsung bentuk dan hasil pengerjaan TPT, tidak banyak kata dan terkesan heran oleh sebab nilai bangunan yang sangat berkualitas dengan anggaran dana yang standard, ungkap Kades Mushollin, S.Ag.
Pada klimaksnya, adalah dapat menjadi referensi motivasi bagi para sejawat bahwa kepercayaan diri adalah dasar kewibawaan seorang pemimpin yang wajib melekat, dan tidak akan ada rasa khawatir atau bahkan takut apabila didatangi pihak-pihak yang berkompeten mengevaluasi atau memonitoring kegiatan, apalagi mengatasnamakan sebagai kontrol sosial, tegas Mushollin, S.Ag menegaskan.(Sub)
