Jumat Berkah, Sobat Gaharu Kota Surabaya Sedekah Nasi Bungkus

CB, Surabaya – Sobat Gaharu (Gapai Harapan Baru), yang meliputi 56 anggota dari 31 Kecamatan sesurabaya, Gerakan Senabung (Sedekah Nasi Bungkus) untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak covid-19. Gerakan Senabung ini setidaknya dilakukan setiap hari Jumat

Christiciptadi yang selaku ketua koordinator Sobat Gaharu dengan menyumbangkan sekitar 250 – 300 nasi bungkus beserta lauk pauk setiap kali menggelar Senabung.

Sobat Gaharu menggelar senabung semua berasal dari swadaya anggota Gaharu dan bekerjasama dengan catering Nikmat Nyata, Setiap senabung di gelar selalu ludes dalam waktu satu jam saja setelah Senabung digelar di pinggir jalan raya Nginden baru. Jumat (25/12/2020)

Insya Allah apa yang kami donasikan lewat Senabung kepada warga terdampak pandemi dapat membantu masyarakat sekitar. Ini merupakan bentuk kontribusi kecil warga masyarakat kepada anggota masyarakat yang diharapkan dapat meringankan aktivitas keseharian yang membutuhkan,” kata Christiciptadi.

Begitu pula dalam agama Islam yang dianutnya memerintahkan setiap umatnya yang memiliki kelebihan untuk berbagi atau bersedekah. “Jadi pesan moral ajaran agama membantu dengan bersedekah di tengah musibah pandemi covid-19 ini menjadi momentum kita semua yang diberikan Allah kecukupan berbuat konkret berbagi untuk saudara-saudara kita sesuai kemampuan dalam bentuk apapun,” imbuhnya.

“Jika ada masyarakat mampu yang ingin berbagi dapat berdonasi melalui kami di Jalan Rangkah II/21 Kota Surabaya, Lalu kami olah menjadi menu menjadi makanan ala Senabung untuk didistribusikan ke masyarakat. Kami akan transparan melakukannya,” tegas Christiciptadi.

Saat kegiatan Senabung berlangsung para juru parkir, pengemudi ojek daring, taksi, pemulung hingga pejalan kaki antre dengan tertib dan menjaga jarak menunggu giliran pembagian Senabung.

Pandemi covid-19 masih melanda berbagai negara termasuk Indonesia. Berbagai aktivitas publik, sosial dan ekonomi tersendat hingga akhirnya masuk masa transisi, perlahan kegiatan pun bangkit kembali.

Keprihatinan dampak pandemi tersebut membuat sebagian masyarakat tidak berpangku tangan, mereka turut peduli untuk berbagi kepada sesama. (Guh).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *