LSM Cakra, PKTP dan Sinar Perintis Tetap Solid Sikapi Lelang Jabatan di Tulungagung Koordinator PKTP: Kami telah Didzolimi

CB, TULUNGAGUNG – Sebulan lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung telah menyelenggarakan lelang jabatan tinggi pratama. Ironisnya, lelang enam jabatan dan peserta yang dinyatakan lulus dari ujian itu tak kunjung dilantik. Belum dilantiknya para pejabat eselon II.B itu diduga ada salah satu peserta bermasalah terkait kesehatannya yang disoal Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat.

Tak pelak, pengisian jabatan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Tulungagung tahun 2020 lalu, menjadi perhatian khusus bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cakra, PKTP dan Sinar Perintis Kabupaten Tulungagung. Bahkan, masalah pelelangan jabatan tersebut telah dilaporkan ke Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara dengan tembusan Asdep Mensesneg RI, Bupati Tulungagung, Ketua DPRD Tulungagung serta Sekda Tulungagung selaku Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Disisi lain, mereka telah menyurati soal kesehatan salah satu peserta lelang jabatan itu ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Merasa terhalang dengan adanya sikap yang dilakukan para LSM ini, berbagai mediasi untuk mencari solusi pun seringkali dilakukan oleh pihak-pihak terkait, akan tetapi tetap menemukan jalan buntu. Melihat upaya yang dilakukannya menemukan jalan buntu, ironisnya mereka pun diduga telah berencana melakukan tindakan melanggar hukum alias ada upaya kriminalisasi terhadap para LSM ini.

“Kami telah didzolimi. Jadi, apapun yang terjadi kami tetap akan solid,” kata Susetyo Nugroho yang juga Koordinator LSM PKTP ini kepada Cahaya Baru, Kamis (14/01).

Melihat kejadian yang tak terduga itu, lanjut pria yang akrab dengan panggilan Yoyok ini, sejumlah rekannya pun geram dan memberi support serta telah memberi dukungan dalam perjuangannya itu. Tak pelak, pertemuan dengan sejumlah seperjuangan, yakni untuk membangun komunikasi serta agar tetap solid pun terjadi.

“Pertemuan ini tanpa disengaja, karena ternyata banyak rekan-rekan yang peduli dan memberikan support serta solidaritas dukungan bagi perjuangan kami. Bahkan, mereka semua menginginkan turut serta bergabung untuk meneruskan perjuangan kami selama ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum LSM Cakra, Totok Yulianto menyampaikan bahwa dirinya telah diajak pertemuan oleh penasehatnya terkait masalah tersebut. Menurutnya, penesehat LSM Cakra itu telah mendapat tugas khusus dari ‘orang nomor satu’ di Tulungagung agar memberi pemahaman pada dirinya.

“Yang jelas, kami bersama rekan-rekan tetap solid dan tidak ada kata sepakat,” kata Totok dihadapan belasan rekan-rekannya itu kepada Cahaya Baru.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *