Komisi ASN Anggap Satu Peserta Lelang Jabatan Yang Disoal LSM Cakra Masih Memenuhi Syarat

 

Yoyok: Kita Akan Terus Berjuang

CB, TULUNGAGUNG – Plt Kepala Dinas Pendididikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Tulungagung, Drs Haryo Dewanto Wicaksono MM, satu dari enam peserta lelang Jabatan Tinggi Pratama di Kabupaten Tulungagung yang disoal LSM Cakra tentang kesehatannya kini sudah bisa bernafas lega. Pasalnya, balasan kali kedua dari Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui zoom atau teleconference, Rabu (03/02), terkait surat yang dilayangkan LSM Cakra menuai titik terang alias pihak Komisi ASN memutuskan bahwa pihak terlapor dinyatakan masih memenuhi syarat.

Kesimpulan yang diambil pihak Komisi ASN itu setelah hasil pemanggilan yang bersangkutan ke Jakarta, dan yang bersangkutan masih normal alias tidak ada masalah soal kesehatannya. Dan, keputusan yang diambil pihak Komisi ASN dari hasil beberapa pertanyaan Komisi ASN pada yang bersangkutan, yakni cara berpikir dan tindakan dianggap tidak ada masalah alias masih normal. Besar kemungkinan pelantikan yang sempat mandek kisaran dua bulan itu segera terlaksana.

Ketua Umum LSM Cakra Totok Yulianto sangat menghormati keputusan yang diambil oleh pihak Komisi ASN. Namun demikian, masyarakat melihat disitu ada penopang alat untuk membantu organ tubuhnya. Sebab, menurutnya, dengan ada penopang alat pembantu organ ditubuhnya itu tidaklah sehat.

“Jadi, pendapat kami itu tidak sehat. Karena kami bukanlah dokter, jadi tidak bisa menentukan sehat atau tidak sehat,” kata Totok Kepada Cahaya Baru, Kamis (04/02).

Ketika dinas pendidikan dipegang oleh Plt, kata Totok, ada program seragam gratis dari pemkab yang sekarang ini timbul masalah. Bahkan ada sekolah yang mendapatkan seragam yang tidak sejumlah murid serta adanya penurunan spek dari seragam. Selain itu, program gamelan kesenian daerah yang kurang lebih 60 unit itu juga loncat spek serta bos afirmasi kinerja juga lompat spek, yakni dari samsung lompat ke cross atau advan.

“Kami berharap dinas pendidikan di Tulungagung itu dipegang oleh kepala dinas yang sehat menurut masyarakat sehat fisiknya. Yang artinya, bagi mereka yang sehat tidak berpikir tentang bagaimana untuk mengurus dirinya sendiri yang demikian
akan lebih berpikir dalam pekerjaannya,” jelasnya.

Masih kata Totok, siapapun yang duduk di Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung baginya tidak ada masalah, karena dirinya tidak ada muatan kepentingan. “Silahkan. Artinya kami tidak berpihak pada salah satu calon. Akantetapi sangat mencolok jika yang Plt saat ini yang menjadi kepala dinas, karena jelas ada alat penopang organ dalam tubuh,” jawab Totok pada pihak Komisi ASN, kemarin.

Sementara itu, Susetyo Nugroho selaku Anggota Kehormatan LSM Cakra akan tetap berjuang. Sebab, menurutnya, berbagai masalah di Dinas Pendidikan Tulungagung bakal tersandra dengan kasus-kasus hukum yang akan dihadapi, yakni berdasarkan laporan-laporan dari masyrakat. Bahkan, pihak Komisi ASN pun masih meminta bukti sejumlah kasus yang selama ini dia sikapi.

“Itu hak mereka dan kita akan tetap berjuang. Dan bukti-bukti yang diminta Komisi ASN sudah kita kirim,” kata Susetyo kepada Cahaya Baru dengan mimik serius.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *