Vaksinasi Dosis Kedua di Tulungagung Kembali Dilaksanakan

Kadinkes: Minimal 70 Persen Dari Populasi Itu Harus Tervaksinasi

CB,TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo MM, Kamis (11/02), kembali canangkan Vaksinasi Covid 19 kali kedua (gelombang satu, red) di Pendopo Kongas Arum Kusumoning Bongso. Sedangkan Vaksinasi Covid -19 secara umum bertujuan mengurangi transmisi Covid -19, menurunkan angka kesakitan, dan kematian akibat Covid -19 serta mencapai kekebalan kelompok di masyarakat ( herd Immunity ) dan melindungi masyarakat dari Covid – 19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

Untuk itu, semua pihak diharap ikut serta mensukseskan pelaksanaan Vaksinasi covid -19 di Kabupaten Tulungagung dengan kerjasama sinergitas seluruh masyarakat dan tenaga yang bertugas dalam pelaksanaan vaksiansi covid -19. Sehingga, kekebalan kelompok dapat terbentuk serta pandemi Covid -19 segera berakhir.

“Mari kita wujudkan masyarakat yang sehat dan produktif dengan Vaksinisi Covid-19. Yang pasti, vaksin ini aman dan halal ,” kata Bupati Maryoto penuh semangat.

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung dr. Kasil Rokhmat MMRS mengatakan bahwa, penyuntikan vaksinasi kedua ini adalah penyuntikan pertama pada 14 hari lalu dan itu sesuai prosedur. Karena, minimal 14 hari berikutnya mereka harus disuntik dosis vaksin yang kedua.

“Hari ini telah dilaksanakan hari penyuntikan pertama kedua. Mereka para nakes, forkopinda dan tokoh masyarakat Tulungagung yang penyuntikan pertama pada 14 hari yang lalu dan itu sudah sesuai prosedur. Dan minimal 14 hari berikutnya mereka harus disuntik vaksin yang kedua,” kata Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung ini kepada Cahaya Baru.

Bersamaan penyuntikan vaksin di pendopo ini, lanjut Kasil, juga bersamaan dengan penyuntikan serentak di nakes yang kedua. “Untuk penyuntikan pertama di pendopo ada 13 orang dan hari ini mungkin juga sama. Kalau ada tambahan satu atau dua, mungkin ada pindahan dari tempat lain dan itu bisa disuntik vaksin disini,” kata Kamil.

Sedangkan untuk penyuntikan vaksin pertama di Kabupaten Tulungagung ini sendiri, jelas Kasil, mencapai lima ribu lebih dan untuk penyuntikan kedua dan minggu kedepan yang akan disuntik vaksin berkisar lima ribu lebih. Dengan telah dilaksanakan penyuntikan vaksin ini, yakni yang tersisa dari semua upaya termasuk protokol kesehatan yang sudah dijalankan dan harapan tersisa yang bisa menenggulangi Corona adalah vaksin itu.

“Menimal harus 70 persen dari populasi itu harus harus tervaksinasi. Dikarenakan sambil menunggu ketersediaan vaksin, kemungkinan vaksinasi ini bisa berjalan sekitar satu tahun untuk mencapai populasi itu,”jelasnya.

Disinggung soal dampak usai vaksinasi yang lagi jadi bahan perbincangan dikalangan masyarakat, dr Kamil pun langsung memberi penjelasan secara rinci kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Tulungagung agar tidak mudah termakan berita hoak. Dan, vaksinasi ini sangat aman dan sudah terbukti dari vaksinasi pertama membuktikan telah berjalan dengan baik serta tidak ada masalah.

“Sebenarnya kita sudah banyak termakan hoak. Nah, itu akhirnya masyarakat takut,” jelas Kepala Dinas Kesehatan ini disela-sela vaksinasi Dosis kedua di Pendopo Kongas Arum Kusumo Ning Bongso, kemarin.

Masih kata dr. Kamil, padahal vaksinasi itu adalah aman dan sudah terbukti dari vaksinasi kali pertama. Dan, kalau ada sebuah kejadian yang ada disebuah telivisi itu hanyalah kejadian kecil dan itu pun ringan. Dan, sebenarnya, vaksin Covid-19 ini sama seperti vaksinasi-vaksinasi yang lain dan angkanya pun seperti yang lain.

“Artinya bahwa vaksinisi ini bukan lebih berbahaya dan sama seperti vaksin-vaksin yang lain. Jadi, ini sama seperti vaksin polio dan lain sebagainya,” kata Kadinkes Tulungagung.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *