Warga Klakahrejo Bersama DPUBMP Kota Surabaya, Kerja Bakti Selokan Air

CB, Surabaya – Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya banjir, warga Klakahrejo RT. 2 RW. 8 Kelurahan Kandangan Kecamatan Benowo melaksanakan kerja bakti berupa bersih-bersih selokan air Minggu (28/2/2021) pagi.

Kegiatan ini dilaksanakan secara gotong royong yang ada di wilayah Klakahrejo RT.2 RW.8 Kelurahan Kandangan Kecamatan Benowo dengan melibatkan seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dengan dibantu oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pematusan (DPUMP)

Kerja bakti bersih-bersih lingkungan ini dipimpin langsung oleh Ketua RT. 2 RW. 8 Minsarli didampingi sejumlah pengurus RT. Fokusnya adalah melakukan pembersihan lingkung dan saluran-saluran air yang tersumbat, terutama pasca banjir yang melanda beberapa RT. 2

“Kerja bakti bersih-bersih lingkungan ini juga dimaksudkan sebagai langkah antisipasi mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang membawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD),” kata Ketua RT. 2 Minsarli

Minsarli menerangkan, kerja bakti ini bertujuan untuk mencegah dan mengurangi dampak jika sewaktu-waktu terjadi banjir. Terutama menghadapi cuaca yang sangat ekstrem, maka masyarakat harus tanggap untuk melakukan antisipasi terjadinya banjir.

“Dengan adanya kerja bakti ini, maka lingkungan akan menjadi bersih dan sehat. Jika lingkungannya sudah bersih, maka nyamuk Aedes Aegypti tidak bisa berkembangbiak. Dengan demikian, masyarakat terhindar dari penyakit DBD,” jelasnya.

Menurut Minsarli, salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah terjadinya banjir adalah dengan membersihkan sampah yang tercecer di saluran air. Serta membersihkan saluran air yang tersumbat sehingga dapat berfungsi dengan baik dan lingkungan menjadi sehat.

“Kerja bakti ini merupakan salah satu upaya untuk merekatkan kembali tali silaturahim antar warga yang ada diwilayah Klakahrejo RT.2 RW.8 Kelurahan Kandangan Kecamatan Benowo. Jika masyarakat selalu rutin menjaga kebersihan lingkungan, Insya Allah banjir bisa kita cegah bersama-sama,” terangnya.

Dalam menghadapi cuaca yang ekstrem ini, Minsarli menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Selalu menjaga saluran air agar tidak tersumbat dan lingkungannya masing-masing.

“Melalui kerja bakti ini kami mengharapkan mampu tercipta lingkungan yang bersih, sehat dan bebas dari penyakit. Disamping itu bisa mengurangi dampak banjir dan saluran air tidak tersumbat sehingga bisa langsung terserap tanah,” tegasnya.

Yang paling utama tambah Minsarli, pihaknya berkeinginan bisa mengembalikan kembali citra budaya gotong royong masyarakat yang saat ini sedikit demi sedikit mulai tergerus. “Dari dulu, masyarakat Klakahrejo itu terkenal dengan budaya gotong royong. Namun saat ini budaya itu sudah mulai berkurang. Oleh karena itu, kami akan mencoba membangkitkan kembali budaya gotong royong tersebut, minimal dengan kerja bakti membersihkan lingkungan,” pungkasnya. (Guh).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *