Batituud: Saya Lebih Baik Hidup Dengan Masyarakat
CB, TULUNGAGUNG – Usai disoal LSM PKTP yang berujung pemeriksaan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam), kini giliran PSM Lidra melayangkan surat ke Komandan Rayon Militer dan Kapolsek Pagerwojo soal Sidang Alternatif Dispute Resolution (ADR) yang diduga salahi prosedur. Pasalnya, Sidang ADR kasus ‘pencurian’ pipa saluran air (aset negara, red) oleh oknum warga Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung tersebut tak dihadiri tiga pilar dari dua belah pihak dan tersangka.
Surat yang dilayangkan PSM Lidra dengan tembusan Komandan Kodim 0807 dan Kapolres Tulungagung ini bertujuan menggali informasi yang sebenarnya, terkait tiga pilar dari Desa Mulyosari (pemilik barang hilang, red) yang tidak ada didalam Sidang Dan dan tentunya agar bisa duduk bersama.
“Dengan telah terjadinya problem solving/ADR di Desa Kradinan yang tidak melibatkan Babinsa, berarti tiga pilar tidak terpenuhi. Apalagi, pelaku kejahatan tidak dihadirkan,” kata Ketua PSM Lidra, Menam Maulana kepada Cahaya Baru.
Sehingga, lanjut pria yang pernah merantau di Malaysia ini, sidang ADR tersebut cacat administrasi. “Atas hal tersebut, kami PSM Lidra menyarankan kepada Komandan Kodim 0808 dan Kapolsek Pagerwojo untuk berkoordinasi agar kepastian hukum terwujud,” jelasnya.
Sementara itu, Batituud Komando Rayon Militer (Koramil) Pagerwojo, Pelda Wisnu SP mengatakan kalau permasalah antara Desa Mulyosari dan Desa Kradinan itu yang mengatahui adalah pihak Polsek dan seharusnya merekalah yang memberi tahu ke pihaknya jikalau terjadi Sidang ADR. Namun, kenyataannya, setelah terjadinya Sidang ADR (sepihak, red) pihaknya pun tidak tahu menahu masalah tersebut alias tidak ada pemberitahuan.
“Kalau seperti itu, seharusnya yang tahu duluan (pihak Polsek, red) ya seharusnya mereka yang memberi tahu kesini. Tapi kenyataannya kita kan tidak diberi tahu,” kata Batituud Koramil Pagerwojo Pelda Wisnu SP kepada Cahaya Baru.
Kalau berurusan melintasi, lanjut pria asli kelahiran Ponorogo ini, dan kalau sudah urusan kurus-lurusan ia pun siap. Namun, baginya, bagaimana baju hijau ini tetap bisa berdekatan langsung dengan masyarakat dan selebihnya bagaimana cara masyakarat menilai. “Saya lebih baik hidup dengan masyarakat,” jelas Batituud Pagerwojo yang selalu dekat dengan masyarakat ini.(Rul/Hsu)
